Muhammadiyah Ajak Semua Tokoh dan Semua Kalangan untuk Cerdas dan Dewasa dalam Menyikapi Hasil Pemilu 2019

JAKARTA, MENARA62.COM — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resminya tentang situasi pascapengumuman hasil Pemilu tahun ini. Pernyataan tersebut disampaiakan melalui Konferensi Pers di Aula KH. Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta, Kamis, (23/05/2019).

Pada Konferensi Pers tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si., menyatakan bela sungkawa dan simpati terhadap korban yang berjatuhan akibat kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 kemarin. Haedar juga berharap, ke depannya tidak akan ada lagi korban yang berjatuhan dan mengajak semua tokoh dan kalangan untuk bersikap menyikapi secara dewasa terkait hasil Pemilu yang telah diumumkan.

Berikut Pernyataan Resmi PP Muhammadiyah terkait situasi pascapegumuman hasil Pemilu 2019 yang dibacakan oleh Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sebagai berikut:

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan nomor 190/PER/1.0/A/2019

  1. Menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta yang dilakukan oleh para perusuh anarki di luar pendemo, yang menimbulkan jatuh korban. tragedi ini harus diusut dan diselesaikan tuntas melalui jalur hukum yang berlaku.
  2. Mengapresiasi sikap dan langkah pasangan calon presiden-wakil presiden yang bersaing secara sehat dan menyelesaikan masalah Pemilu melalui jalur konstitusional di Mahkamah Konstitusi disertai sikap bijak dengan menyampaikan pernyataan-pernyataan positif dalam menghadapi situasi politik nasional mutahir.
  3. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam menangani pengaduan hendaknya benar-benar menyerap aspirasi dan menjalankan fungsi atau tugasnya secara adil, objektif, profesional, independen, dan bebas dari kepentingan apapun serta tidak menutup mata dari permasalahan, pelanggaran, dan kecurangan yang memiliki alat bukti yang kuat dengan benar-benar berdiri tegas di atas konstitusi sehingga dapat memenuhi tuntutan keadilan.
  4. Pemerintah telah mengambil langkah sebagaimana mestinya dan dalam menghadapi dinamika politik diharapkan tetap seksama sesuai dengan hukum dan prinsip demokrasi yang menjadi acuan dalam kehidupan bernegara.
  5. Dalam hal gerakan massa atau demo yang menyeruakan aspirasi politik masalah Pemilu diimbau tetap damai, tertib, menaati aturan, dan menjauhi segala bentuk kekerasan.
  6. Menyerukan semua pihak agar dapat menahan diri dan menghentikan semua bentuk kekerasan dan tindakan anarkis yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
  7. Mengajak para tokoh agama, elit-politik, pejabat publik, media massa, para netizen, dan warga bangsa untuk dapat menciptakan suasana yang sejuk dan damai demi kerukunan dan persatuan nasional.
  8. Kepada masyarakat, khususnya warga Persyarikatan Muhammadiyah, untuk tidak terpengaruh oleh informasi dan pesan-pesan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan mengedepankan sikap kritis, damai, bijak dan dewasa serta ikhtiar menjalin ta’awun atau kerja sama dengan berbagai pihak untuk kerukunan, kemajuan, dan persatuan bangsa.
  9. Mengapresiasi penyelenggara pemilu yang telah berusaha bekerja maksimal dengan beberapa catatan evaluasi.