Kemenkes Pastikan Seluruh Korban Bentrokan Aksi Damai Tolak Pilpres Tertangani dengan Baik

aksi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menengok korban aksi damai tolak pilpres di sebuah rumah sakit. (ist/merdeka)

JAKARTA, MENARA62.COM– Kementerian Kesehatan memastikan seluruh korban bentrokan yang terjadi pada aksi damai menolak pilpres 2019 yang berlangsung selama dua hari yani 21-22 Mei tertangani dengan baik. Tercatat ada 737 orang yang saat ini dirawat diberbagai rumah sakit di Jakarta.

Sebagian besar korban bisa dilakukan rawat jalan. Beberapa korban mengalami cedera yg cukup serius dan harus dilakukan tindakan operasi. Mereka yang dirawat di rumah sakit paling banyak berusia 20-29 tahun dengan jumlah 294 orang, kemudian usia 10-19 tahun 170 orang, dan usia 30-39 tahun 114 orang.

Mereka tersebar di beberapa fasilitas layanan kesehatan, yakni RS Pelni, RS Abdi Waluyo, RSUD Tarakan, RSAL Mintoharjo, RS Budi Kemuliaan, RSUD Tanah Abang, RSCM, Posko Lapangan, RS Dharmais, RS Siloam kebon jeruk, IGD MMC, RS Patria IKKT, RS Medika Permata Hijau, RSPAD Gatot Subroto, RSUD Pasar Rebo, RS Polri, dan Puskesmas Kembangan.

Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek mengatakan jajaran kesehatan harus selalu siap, onsite maupun on call untuk keadaan darurat baik kebencanaan atau pelayanan massal lainnya. Sistem sudah berjalan dengan baik.

“Kalaupun ada edaran ataupun ajakan untuk lebih siap lagi, hanya untuk mengingatkan dan memastikan semuanya siap. Tidak ada tendensi politik apapun, politik kesehatan adalah pelayanan kepada masyarakat secara maksimal untuk derajat kesehatan yang lebih baik,” katanya melalui pesan singkat, Kamis (23/5).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, SpOG (K), MARS bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Widyastuti melakukan kunjungan ke RS Pelni, Jumat pagi (24/5).

“Alhamdulillah seluruh pasien baik rawat jalan dan rawat inap termasuk pasien yang dilakukan operasi tertangani dengan baik,” katanya.

Ada 4 pasien yang masih dirawat di ICU dan HCU RS Pelni, 3 pasien pasca laparotomi karena luka serius di perut yg memerlukan tindakan operasi, dan satu karena penyakit jantung. Alhamdulillah semua tertangani baik dan konsdisi stabil.