Kerjasama dengan PCM Ngaliyan, IMM Gelar Kajian Islam Ngabuburit Asyik

lazismu
Lazismu Kota Semarang bekerjasama dengan IMM bagi-bagi paket berbuka puasa.

SEMARANG, MENARA62.COM – Bertempat di aula kampus Akademi Ilmu Statistika Kota Semarang, IMM bekerjasama dengan PCM Ngaliyan mengadakan kajian Islam dengan tajuk “Ngabuburit Asyik” dilanjutkan dengan ifthar bersama seluruh jamaah dan pimpinan Cabang Ngaliyan. Acara dilaksanakan pada hari Ahad (26/05/19) yang dihadiri oleh anggota IMM UIN Walisongo, IMM AIS Muhammadiyah beserta masyarakat sekitar.

Ustadz Asep Jauharudin dalam kajiannya menjelaskan ada beberapa tingkatan orang menyedekahkan hartanya. Tingkatan pertama yaitu muassaroh, orang yang mengeluarkan hartanya kepada orang yang pernah memberinya. Tingkatan kedua adalah sedekah karimah, orang yang memberikan hartanya melebihi apa yang pernah dia terima. Berikutnya adalah sedekah adzimah, yaitu orang memberikan sedekahnya kepada orang yang tidak pernah memberinya, bersedekah kepada siapa saja.

“Tingkatan paling tinggi adalah sedekah dengan memberikan hartanya secara total. Seperti yang dicontohkan oleh para sahabat rosul, berikan seluruh hartanya untuk kepentingan agama Allah,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut Lazismu sharing tentang berbagai program Lazismu dalam memberdayakan mustahik di Kota Semarang. Ada pemberdayaan berbasis masjid dengan menggalang dana yang langsung di tasharufkan dalam bentuk makanan siap saji. Tasharuf dilaksanakan setiap hari Jum’at sehingga jamaah selesai shalat Jumat bisa menikmati makan siang gratis di masjid.

Ada juga pemberdayaan berbasis sekolah. Muzaki terbanyaknya adalah siswa. Karena setiap siswa dibekali satu buah kaleng infaq untuk di bawa pulang ke rumah masing-masing. Semula banyak orang yang pesimis karena kebanyakan siswa berasal dari keluarga menengah kebawah, sehingga dikhawatirkan tidak menghasilkan dana.

Namun kekhawatiran itu bisa di tepis setelah berjalan selama 2 tahun. Dana yang terbukukan di tahun pertama sebanyak 6 juta rupiah. Dan di tahun kedua mencapai 10 juta rupiah.

Pentasharufan dana tersebut dipergunakana untuk membantu siswa yang kurang bayar SPP, siswa sakit,  korban banjir, dan yang rutin mingguan adalah penambahan asupan makanan bergizi untuk semua siswa.

Program lain adalah pelayanan ambulance Lazismu penolong kesusahan. Dimana Lazismu tidak memberikan tarif atas pelayanan ambulance. Baik di dalam kota maupun keluar kota. Ambulance bisa melayani karena ada infaq yang masuk. Rekor terjauh pelayanan ambulance Lazismu Kota Semarang adalah mengantarkan jenazah dari Jepara menuju Lampung. Jarak 12.800 km telah ditempuh oleh tim ambulance Lazismu. Dengan pertimbangan efisiensi biaya dan efektifitas pelayanan maka pengantaran dilakukan dengan estafet. Sinergi diperlukan, Lazismu Kota Semarang mengantar dari Jepara sampai Pemalang. Dilanjutkan  oleh tim Pemalang menuju Bakauheuni, selanjutnya oleh tim Lampung menerima estafet dan melanjutkan pengantaran sampai tujuan di Metro Lampung.

Sementara kegiatan IMM dilaksanakan berbarengan dengan itu adalah membagikan takjil buka puasa, tepat di jalan raya depan kampus AIS kota Semarang. Ada 150 paket takjil yang habis dibagikan sore itu. Ketua IMM Al Faruki, Alyga menyatakan gembira atas terselenggaranya acara ini. Dirinya mengucapkan  terimakasih atas kebersamaan yang terjalin dan berharap bisa dilanjutkan dengan acara lain di luar Ramadhan.

Hadir mendampingi ustad selama berceramah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngaliyan, H Anas Hamzah menyatakan terimakasih atas kerjasama yang sudah diwujudkan, dan Lazismu Kota Semarang yang telah mendukung acara ini. Dia menilai bahwa acara ini sukses, peserta yang hadir cukup banyak, dan materi yang di bawakan sesuai di bulan Ramadhan.

Ke depan dirinya berharap bisa melanjutkan kerjasama menciptakan kegiatan semacam ini secara rutin, tidak hanya berhenti selesai Ramadhan. Agar dakwah Muhammadiyah selalu actual sepanjang masa. Terakhir dia mengajak semua masyarakat muslim untuk berzakat, infaq dan sedekah  melalui Lazismu, bisa di Lazismu kantor layanan PCM Ngaliyan ataupun Lazismu Kota Semarang. (Hasan)