Din Syamsuddin: Ramadan Awal Meraih Ketakwaan

Din Syamsuddin saat memberi tausyiah di Kampus Utama UAD Yogyakarta, Rabu (12/6/2019). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Prof. Dr. Din Syamsuddin, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengharapkan agar umat muslim terus konsisten beribadah setelah bulan Ramadan. Sebab bulan Ramadhan merupakan proses awal dari pengabdian umat muslim terhadap Allah SWT untuk meraih ketaqwaan.

Din Syamsusin mengemukakan hal tersebut pada tausyiah Syawalan Keluarga Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Islamic Center Kampus Utama UAD Yogyakarta, Rabu (12/6/2019). Syawalan sekaligus pelepasan 11 calon haji dari keluarga UAD.

Lebih lanjut Din mengatakan ibadah puasa Ramadan bukan suatu tujuan, tetapi sarana untuk menuju dan mengabdi kepada Allah SWT untuk mencapai ketakwaan seseorang. Karena itu, pascaramadan marwahnya harus dijaga hingga mencapai bulan puasa berikutnya.

Selain itu, Din juga mengatakan ada dua syarat terkabulnya doa seseorang, yaitu beristijabah dan beriman. “Selama ini umat muslim berdoa tanpa ada istijabah yaitu secara konsiten mematuhi segala perintah dan menjauhi segala larangannya,” kata Din.

Sementara Rektor UAD, Dr. H Kasiyarno, M.Hum., mengungkapkan hari pertama setelah Ramadhan masih banyak karyawan dan dosen yang belum masuk. Berdasar catatanya ada 30 persen yang tidak hadir di hari pertama. Karena itu, Kasiyarno mengharapkan agar dosen dan karyawan meningkatkan kedisiplinannya.

Saat ini, kata Kasiyarno, UAD merupakan perguruan tinggi yang memiliki 27.000 mahasiswa dan menjadi universitas terbesar di Yogyakarta. Untuk mengelola perguruan tinggi yang besar dibutuhkan kedisiplinan dan kerja keras. “UAD memiliki 50 Prodi, 12 program pascasarjana dan dua Prodi sedang dalam pengusulan untuk menyelenggarakan S3,” kata Kasiyarno.