Pemerintah Lakukan Simulasi Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan
Kartu BPJS Kesehatan (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai dikaji oleh pemerintah. Dalam pertemuan yang melibatkan Kementerian Kesehatan RI dengan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dilakukan berbagai simulasi kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Jumat (14/6).

Menurut Kepala Badan PPSDM Kesehatan dr. Usman Sumantri kenaikan iuran BPJS Kesehatan harus dikaji dengan simulasi-simulasi. “Kita lakukan simulasi-simulasi terkait rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan kenaikan iuran harus diiringi kesesuaian antara penerimaan iuran oleh BPJS dan manfaat yang diterima oleh masyarakat.

“Harus kaji dengan simulasi-simulasi.Penerimaan dan manfaat harus sesuai, tidak bisa penerimaan bertambah tapi manfaat tidak,” kata Menkes.

Kenaikan iuran ini, tambah Menkes harus dikaji dengan sebaik-baiknya, dihitung kembali. Kenaikan iuran ini tidak untuk seumur hidup tapi pakai kurun waktu.

Terkait kenaikan iuran ini, Menkes menyinggung jumlah populasi masyarakat Indonesia terus bertambah. Kemudian karakteristik populasinya berbeda-beda.

Misalnya populasi lansia meningkat, penyakit degeneratif pun pasti meningkat. Menkes mencontohkan katarak akan jadi banyak penderita bahkan tidak hanya katarak tapi penyakit lain seperti tulang.

“Artinya kita harus betul mengkaji, dalam hal ini terkait kenaikan iuran,” tutupnya.