Pascapemilu, Alumni BEM Ajak Masyarakat Rekonsiliasi

aksi
Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (Ika Presma Indonesia). (ist)

JAKARTAMENARA62.COM – Meski Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan hasil sengketa pemilihan presiden dan disusul dengan penetapan pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), tetapi para pendukung dua kubu Capres/Cawapres belum bersatu. Terutama pendukung Capres/Cawapres yang kalah dan masih belum bisa menerima sepenuhnya keputusan KPU.

“Kami masih belum melihat persatuan di kalangan antarpendukung pasangan capres/cawapres, terutama kalangan akar rumput pendukung pasangan capres/cawapres yang mengalami kekalahan. Mereka terlihat masih belum menerima sepenuhnya hasil keputusan dan penetapan tersebut,” kata Ketua Umum Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (Ika Presma Indonesia) Ismail Marabessy, Rabu (3/7/2019).

aksi
Ketua Umum Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (Ika Presma Indonesia) Ismail Marabessy

Situasi tersebut lanjut Ismail tentu saja dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itulah, Ika Presma Indonesia mengajak para elit politik dan masyarakat pada umumnya untuk kembali merekatkan tali persaudaraan dan persatuan sesama anak bangsa, melalui aksi simpatik yang digelar di sekitar patung Arjuna Wiwaha dan Taman Pandang depan Istana Negara. Aksi tersebut melibatkan puluhan mahasiswa Ika Presma Indonesia.

Menurut Ismail dalam situasi seperti sekarang ini, muncul sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja ingin merusak Pancasila. Karena itulah, TNI-Polri dan masyarakat harus sama-sama berintegrasi untuk selalu menjaga nilai-nilai Pancasila bersama.

Ika Presma Indonesia juga berharap rekonsiliasi kedua kubu dapat terbangun agar tidak ada lagi ancaman radikalisme, baik dari luar maupun dalam negeri.

“Keputusan MK merupakan solusi atas sengketa pilpres yang terjadi selama ini. Karena itu pula, kubu Prabowo Subianto harus menerimanya dengan legawa,” ungkap Ismail.