apji expo
Keterangan pers APJI Expo 2019 di Paviliun Provinsi, Smesco Tower, Jaksel

JAKARTA, MENARA62.COM – Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) DKI Jakarta akan menyelenggarakan APJI Expo 2019. Kegiatan yang digelar 13-14 Juli 2019 di Smesco Exhibition Hall, Jakarta tersebut rencananya akan dibuka resmi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Ada lebih dari 60 pengusaha boga terutama catering yang akan membuka stand dalam even ini,” kata Ketua DPD APJI DKI Jakarta Siti Djumiadini, dalam keterangan persnya, Kamis (4/7/2019).

Turut hadir Sonny Andi Suzanto, Kasie Perlengkapan, Muslihaini, Ketua Pelaksana APJI Expo 2019 dan Muhammad Salman, Kasie Promosi dan Publikasi.

Menurut Siti, pameran atau expo industry jasa boga tersebut merupakan bagian dari upaya APJI DKI Jakarta untuk membantu anggotanya mempromosikan produk maupun usahanya. Sebab selama ini persoalan promosi masih menjadi salah satu kendala utama anggota APJI untuk bisa tumbuh akibat biaya yang mahal.

“Ini expo pertama yang kami gelar dan tidak dikomersilkan. Murni kami ingin bantu anggota untuk promosi produk boga mereka,” tambah Siti.

Selain itu, APJI Expo ini juga bertujuan untuk mendorong anggota APJI agar turut dalam persaingan, karena masih banyak anggota APJI yang masuk dalam kategori UMKM

Dari 600 lebih anggota APJI DKI Jakarta, Siti menjelaskan bahwa sebagian besar adalah pengusaha catering. Itu juga tergambar pada APJI Expo 2019 dimana dari 64 booth yang dibuka, 33 booth diantaranya akan diisi oleh pengusaha catering.

Siti mengakui industry boga saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tidak hanya dilakukan oleh kaum ibu, tetapi juga banyak kaum adam yang terjun menekuni bisnis makanan ini. Termasuk para artis yang kemudian menciptakan kreasi mulai dari café, resto, jenis makanan dan lainnya.

“Ini tentu fakta yang menggembirakan ditengah imbauan pemerintah agar kita membuka usaha yang mandiri,” jelas Siti.

Sebenarnya APJI sendiri sudah beberapa kali menggelar Wedding Expo. Even ini diakui Siti sangat diminati masyarakat. Sedang untuk pameran produk boga baru kali ini digelar dan rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan APJI DKI Jakarta.

“Jika wedding expo yang selama ini hanya diikuti 50 dari 660 anggota APJI DKI Jakarta, maka pada kegiatan APJI Expo ini, diperkirakan akan diikuti 60 peserta. Padahal ini APJI Expo yang pertama digelar,” tukasnya.

Ia berharap, pada penyelenggaraan APJI Expo mendatang akan diikuti oleh peserta yang lebih banyak lagi.

Muslihaini, Ketua Pelaksana APJI Expo 2019 menjelaskan, dalam audiensi yang dilakukan DPD APJI DKI Jakarta dengan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, panitia APJI Expo mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Dukungan ini ditandai dengan masuknya APJI Expo sebagai salah satu kegiatan tahunan di kalender Disparbud DKI Jakarta (enjoy Jakarta).

Disamping itu, bentuk dukungan dari Disparbud ditunjukkan dengan penayangan agenda APJI Expo oleh Dinas Kominfo di 4 titik Videotron milik Pemprov DKI Jakarta.

APJI Expo 2019, menurut Muslihaini, mengangkat tema Catering & Wedding Industry. Targetnya even APJI Expo 2019 akan dikunjungi lebih dari 5000 orang.

Untuk memeriahkan APJI Expo 2019, penyelenggara menyediakan hadiah, antara lain berupa LED TV, cincin kawin, voucher Hotel, voucher belanja, motor Yamaha Lexi dan paket Honeymoon ke Lombok.

Muslihaini berharap, penyelenggaraan APJI Expo 2019 yang merupakan terobosan dari DPD APJI DKI, nantinya akan menjadi contoh untuk penyelenggaraan APJI Expo di  provinsi lain.

“Tujuannya sama, yakni meningkatkan pemberdayaan anggota APJI dalam menghadapi persaingan usaha,” ujarnya.

APJI sendiri merupakan asosiasi yang menaungi pengusaha yang bergerak di bidang jasa boga (catering dan restaurant). Organisasi ini berdiri pada bulan Oktober 1989.

APJI didirikan untuk memberi kemudahan anggota mendapatkan jaringan dan informasi mengenai dunia usaha catering. Selain itu, melalui APJI, anggota mendapat kemudahan dalam mencari bahan baku kebutuhan catering, serta informasi mengenai perizinan usaha dan pelatihan.