jambore
Peserta jambore lingkungan hidup 'Aisyiyah berfoto bersama. (ist)

KARANGANYAR, MENARA62.COM – Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah gelar Jambore Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana di Bumi Perkemahan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 5-7 Juli 2019.

Jambore yang bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Jawa Tengah Tangguh Bencana”  tersebut diikuti 420 orang peserta dari 35 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah. Mereka berasal dari LLHPB,  Majelis Kesejahteraan Sosial dan Lembaga Kebudayaan Aisyiyah serta organisasi otonom Angkatan Muda Muhammadiyah.

Lilik Tri Prihantini, Ketua Panitia Jambore menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan risiko bencana. Khususnya bagi anggota aktif  ‘Aisyiyah, Majelis dan Lembaga ‘Aisyiyah, Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah, serta Organisasi Otonom Muhammadiyah lainnya.

“Terutama saat bencana, kaum ibulah yang paling rentan terkena dampak karena selain harus menyelamatkan dirinya sendiri, seorang ibu harus berpikir akan keselamatan anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Dampak negatif ketika terjadi bencana, diharapkan dapat ditekan melalui peningkatan peran perempuan,” kata Lilik dalam siaran persnya, Jumat (5/7/2019).

Menurutnya dalam setiap bencana, nasib para perempuan dan anak tak jarang sangat memprihatinkan dan beban hidup yang ditanggung juga tambah berat.

“Oleh karena itu sebisa mungkin kami berkontribusi membekali mereka dengan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola lingkungan hidup serta menghadapi bencana,” lanjutnya.

Berbagai kegiatan akan digelar dalam jambore tersebut antara lain sarasehan, workshop, perlombaan, simulasi, outbond dan tadabbur alam. Dari berbagai kegiatan tersebut diharapkan peserta memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengenali permasalahan lingkungan hidup di sekitarnya, mengenali risiko bencana di sekitarnya dan menyusun serta  menyepakati rencana pengelolaan  lingkungan hidup  dan  pengurangan  risiko bencana di komunitasnya.

Aisyiyah selama ini menjadi mitra strategis bagi Kementerian Lingkungan Hidup  dan Kehutanan untuk mengampanyekan upaya-upaya pelestarian lingkungan yang  mengurangi  risiko  bencana,  antara  lain  seperti  diet  kantong  plastik,  pengelolaan  sampah,  maupun penanaman pohon dan juga mitra Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menyukseskan tema yang  diusung  pada  pagelaran  Hari  Kesiapsiagaan  Bencana  (HKB)  26 April  2019 “Srikandi  Tangguh  Bencana”. (sapari-media mdmc)