Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Raih Penghargaan di Forum Internasional
Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Raih Penghargaan di Forum Internasional

SURAKARTA, MENARA62.COM — Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Raih Penghargaan di Forum Internasional. Amanda Trishya Aulia, siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Solo, Jawa Tengah, mampu meraih medali dalam Lomba SIMOC (Singapore International Math Olympiad Challenge).

Lomba ini berlangsung di Singapura (7/7/2019). Amanda meraih bronze untuk kategori Math Olimpiad dan gold untuk Math Warior.

Aryanto, humas sekolah SMP PK Kottabarat mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswanya karena sudah mampu mengharumkan nama bangsa negara dan sekolah tercinta.

“Amanda memang siswa yang cerdas karena terbukti di kelas 7 mampu meraih peringkat 3 besar di kelas. Prestasi Amanda di tingkat internasional ini sudah menunjukkan kapasitas kemampuannya dalam bidang matematika,” ujarnya.

Amanda sebelumnya mampu meraih medali emas dalam perlombaan SASMO, yang untuk wilayah Solo digelar di SD Kanisius Surakarta. Tiket medali emas itu yang mengantarkan Amanda menuju perlombaan SIMOC di Singapura.

Menyukai Matematika

Dara kelahiran Surakarta, 17 Maret 2006 tersebut mengaku sangat gemar mata pelajaran matematika. Padahal, mapel tersebut menjadi momok bagi siswa yang lain.

“Ya, memang matematika itu susah, tetapi kalau sudah senang dengan hitung-hitungan pasti tetap suka untuk mencoba dan mencoba lagi,” ceritanya sambil tersenyum.

Amanda Trishya Aulia, siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Solo
Amanda Trishya Aulia, siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Solo

Putri dari Santoso Tri Hananto tersebut, memilik tips dan trik agar mampu menaklukan tantangan-tantangan dalam setiap perlombaan matematika.

“Kuncinya adalah sering-sering latihan soal karena hampir tiap lomba mengeluarkan model soal yang berbeda-beda. Kalau belum pernah mengikuti jenis lomba maka ya cari dulu soal-soal dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, untuk bisa menjadi juara, perlu kerja keras dan tekun. Kadang meskipun sudah latihan soal terus menerus dan usaha keras, tapi belum dapat juara.

“Maka yang kita perlukan hanya satu yaitu tetap semangat. Kita pahami juara adalah bonus dari kerja keras,” ujarnya.

Tentang cita-cita, Dara yang hobi matematika itu pun mengaku masih belum bisa memastikan cita-citanya.

“Jujur nih, keinginanku banyak. Pengen jadi desainer interior, dan punya kafe hehehe,” ujarnya dengan guyonan.

Aryanto pun berharap, prestasi yang mampu diraih Amanda di kancah perlombaan internasional mampu memberikan motivasi bagi siswa yang lain untuk giat belajar dan berprestasi.