close

Jakara, MENARA62.COM Suasana kemeriahan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke – 72 bukan hanya di Purwokerto – Jawa Tengah saja, akan tetapi di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM – Jakarta juga tak kalah meriahnya, dengan ditandai adanya selebrasi baliho besar dengan ukuran 10 x 5 meter berlogo Harkopnas ke – 72 yang dibawa oleh para peserta pada upacara Harkopnas di lapangan Kantor Kemenkop dan UKM. Dalam peringatan Harkopnas ke – 72 tersebut dipimpin oleh inspektur upacara Herustiati (Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktifitas dan Daya Saing Kemenkop dan UKM) selaku mewakili Menteri Koperasi dan UKM.

Dengan adanya aktifitas selebrasi masal tersebut, memberikan makna bahwa disetiap Harkopnas di Kemenkop dan UKM selalu memiliki nilai kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan. Menurut
Herustiati, kegiatan Harkopnas di lingkungan Kemenkop dan UKM bukan hanya dihiasi dengan selebrasi baliho saja dalam apel, tapi juga dihiasi dengan baju dan seragam peserta apel yang menggunakan sarung dan tenun milik pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Sehingga di Harkopnas ini, sekaligus ajang mempromosikan produk milik UKM selain berbagai rangkaian acara kegiatan lomba.

Lebih jauh Herustiati menyampaikan dalam pidato acara, bahwa tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian saat ini tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola. Dalam konteks itu, maka koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini.

Reformasi total yang telah dijalankan dalam rentang waktu lima tahun terakhir, kata Staf Ahli Produktifitas dan Daya Saing Kemenkop dan UKM Herustiati, pada dasarnya mendorong koperasi untuk dapat beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis. ” Untuk itu koperasi disiapkan mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya,”ucapnya.

Untuk mengimplementasikan strategi bisnis tersebut, pemerintah berharap kepada koperasi untuk selalu memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-commerce aplikasi retail online dan pengembangan aplikasi – aplikasi bisnis lainya. Dengan demikian gerakan koperasi mampu merangkul generasi millenial, yang saat ini jumlah mereka telah mencapai sepertiga dari totalitas penduduk Indonesia.