Deteksi Hoaks sedini-dininya, MPI PP Muhammadiyah adakan Seminar dan Pelatihan Etika Informasi di Lingkungan Muhammadiyah

TANGERANG, MENARA62.COM — Menghadapi era yang semakin mudah dalam mengakses berbagai hal termasuk informasi, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) adakan Seminar dan Pelatihan Darul ‘Ahdi Wasy-Syahadāh bertema “Dalam Bingkai Etika Informasi di Lingkungan Muhammadiyah”. Acara tersebut diadakan di Gedung SEAMOLEC, Tangerang, Sabtu (13/7/2019).

Pada seminar dan pelatihan tersebut, hadir tida narasumber, yaitu Prof. Dadang Kahmad, Ketua PP Muhammadiyah, Ir. Aris Darmansyah, Staf Ahli Kemenko PMK, dan Dr. Rulli Nasrullah, Pakar dan Konsultan Media Digital.

Prof. Dadang mengatakan dan mengajak peserta agar selalu hati-hati dengan berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya. “Membagikan hoaks atau berita bohong akan berhadapan dengan hukum. Jadi, hati-hati dengan Undang-undang ITE,” kata Prof. Dadang.

Dadang melanjutkan, sebelum berbagi informasi, lihat dulu kebenarannya. “Apakah benar, apakah baik, apakah bermanfaat atau tidak,” lanjutnya.

Sebelum menutup materinya, Dadang berpesan agar selalu berpikir sebelum menyebarkan kembali berita yang didapat. “Harus ditelusuri sumbernya, dan konten yang dibagikan harus mengandung inspirasi, motivasi,” pesannya.

Senada dengan Dadang, Rulli Nasrullah menyampaikan beberapa hal terkait konten kreatif di media sosial. Dia mengatakan bahwa Hoaks pertama diproduksi oleh diri kita sendiri. “Hoaks itu pertama kali diproduksi oleh diri kita sendiri. Contohnya seperti yang menginstall aplikasi yang mempercantik diri seperti beauty plus dan semacamnya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Arul itu.

Arul melanjutkan bahwa, dunia media sosial sangat berbeda, di media sosial siapapun bisa jadi siapa saja dan apa saja. “Jadi, media sosial itu jangan dijadikan tempat asal komentar meski sering kita dengar istilah maha benar nitizen dengan segala komentarnya,” lanjut Dosen Fakultas Dakwah UIN Jakarta itu.

Selain tidak asal berkomentar di media sosial, Arul juga berpesan agar hati-hati dalam bermedia sosial.

Seminar dan pelatihan ini diikuti oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Organisasi Otonomi Muhammadiyah (Ortom), MPI Tangerang, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Guru-guru Sekolah Muhammadiyah se-Tangerang Raya.

Selain mendapatkan materi tentang bermedia sosial yang baik, perserta diajak praktik langsung oleh Kang Arul membuat konten kreatif di media sosial menggunakan smartphone.