Kemenkes Lakukan Gerakan Minum Air Bersama bagi Jemaah Haji

haji
Gerakan minum air bersama bagi para jamaah. (ist)

MADINAH, MENARA62.COM –Untuk membiasakan jemaah mengonsumsi air dalam jumlah cukup, petugas kesehatan haji Indonesia melakukan kegiatan minum air bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada jemaah guna mencegah berbagai penyakit selama berada di Saudi.

“Kami mengajak jemaah yang baru tiba di bandara untuk sama-sama minum air. Gerakan ini berguna untuk mengurangi kelelahan dan menghindari dehidrasi bagi para jemaah,” kata Eka Jusuf Singka, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dikutip dari laman sehatnegeriku, Sabtu (13/7/2019).

Selama perjalanan panjang berjam-jam dari Indonesia ke Arab Saudi, menurut Eka Jusuf, tubuh kita berpotensi kekurangan cairan dan mengalami kepenatan akibat duduk terlalu lama. Oleh sebab itu jemaah haji dianjurkan untuk sesering mungkin minum air, khususnya air zam-zam atau air mineral.

“Konsumsi air minum dilakukan selama perjalanan di pesawat, begitu tiba di bandara Arab Saudi maupun ketika menjalani rangkaian ibadah haji di tanah haram,” lanjutnya.

Tim Promotif Preventif (TPP) 2019 yang ditugaskan di sektor bandara untuk menyambut dan mengedukasi para jemaah haji Indonesia, juga menerapkan gerakan minum air bersama tersebut. Ajakan ini dilakukan di beberapa lokasi kedatangan jamaah yang baru mendarat di Bandara Madinah.

“Jamaah yang baru turun dari pesawat terlihat banyak kecapean. Jadi kami mengajak para jemaah waktu di ruang tunggu atau yang sudah naik bis, langsung kami ajak untuk minum air putih bareng,” ujar Dedi Setiawan, anggota TPP PPIH Kesehatan 2019.

Menurut Eka Jusuf, secara prinsip ada empat faktor utama yang menjadi penyebab masalah kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Faktor tersebut harus diperhatikan oleh petugas kesehatan haji, yaitu kekurangan cairan, suhu ekstrem, kelelahan fisik, dan kemampuan beradaptasi.

Untuk itu kata Eka mulai tahun ini Kemenkes memperkenalkan sebuah gerakan minum air bersama yang dilakukan bersama-sama antara petugas haji dan seluruh jemaah di setiap kloter. Gerakan ini mulai diperkenalkan dan dipraktikkan saat penyuluhan kesehatan di berbagai lokasi dan juga nanti saat puncak haji di wilayah Arafah, Muzdalifah dan Mina secara periodik.

“Gerakan minum air bersama kita upayakan nanti di Armina di jam 10, jam 12, jam 2 dan jam 4, itu kita minta semua jamaah rame-rame minum,” jelas Eka.

Persoalan kekurangan cairan ini masalah klasik yang kerap diabaikan para jemaah. Dari kesaksian Kepala Pusat Kesehatan Haji, saat berkunjung ke beberapa kloter di Madinah, ia mengakui masih banyak jemaah haji yang kurang banyak minum dan makan buah-buahan, padahal keduanya tersedia di hotel masing-masing atau mudah didapatkan.

“Saya lihat itu air banyak di kamar belum diminum sama sekali. Jadi saya buka dan saya minta mereka minum langsung,” terang Eka

Pun buah-buahan yang disediakan di kamar-kamar, banyak yang masih utuh, tidak dikonsumsi oleh para jamaah.