Kepala BNPB Ajak Semua Lini Berperan Kurangi Risiko Bencana

mdmc
Aksi pelestarian lingkungan menjadi salah satu kegiatan Destana 2019

BANYUWANGI, MENARA62.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Donni Monardo mengajak peran semua lini bangsa untuk bersama-sama bekerja mengurangi risiko setiap bencana yang ada. Salah satu caranya adalah dengan melestarikan potensi alam.

Hal itu dukatakan Doni di sela Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 di Pantai Boom, Desa Kampungmandar, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Dia menyontohkan, kesuksesan kerja nyata warga sekitar Pantai Cemara Banyuwangi dalam merindangkan kawasan pantai nya dengan pohon Cemara Udang, merupakan wujud nyata dari kerja tuntas dan cerdas.

“Dengan potensi tsunami di sepanjang garis pantai barat dan selatan Indonesia, upaya pendodikan resiko bencana (PRB) berupa pembuatan seawall-dinding pemecah ombak- alami ini dapat dilakukan secara mandiri dan murah tanpa mengganggu ekosistem yg sudah ada oleh masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Ekspedisi yang akan berlangsung dari hari ini 12 Juli hingga 17 Agustus 2019 tersebut direncanakan melintasi 584 desa/kelurahan rawan bencana tsunami di 24 kabupaten/kota, 5 propinsi.

Semua lokasi tersebut dibagi menjadi 4 segmen yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat dan Banten serta 29 titik poin. Di masing masing poin akan dilaksanakan berbagai macam kegiatan sosialisasi kesiapsiagaan bencana tsunami bagi warga setempat.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) adalah salah satu lembaga unsur ormas yang ikut serta dalam ekspedisi kali ini. Lembaga Penanggulangan Bencana milik Muhammadiyah tersebut, menjadi salah satu patner utama BNPB dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan yang ikut serta menghadiri pelepasan ekspedisi tersebut menyampaikan bahwa dalam ekspedisi ini MDMC mengerahkan semua potensi relawannya di daerah yang akan dilintasi peserta ekspedisi.

Mereka bersama BNPB dan peserta ekspedisi lain akan bahu membahu melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi resiko potensi tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa.

“Selain partisipasi, keikutsertaan MDMC ini sebagai upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan personal MDMC serta menunjukkan syiar Muhammadiyah,” katanya.

Sebelum seremoni pelepasan ekspedisi, dilakukan pelepasan tukik (anak penyu) ke Samudera Hindia oleh para pejabat yang hadir dan peserta ekspedisi sebagai upaya pelestarian fauna alam Indonesia. (MDMC/sapari).