Prof Sarbiran didampingi Dr. Abdul Fadlil (paling kiri) menerima perwakilan British Council di Kampus 2 UAD Yogyakarta, Senin (15/7/2019). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjadi salah satu inkubator universitas dari Program Developing Inclusive and Creative Economies (DICE) British Council. Tim UAD yang dipimpin Hari Haryadi, SP, MSc akan mengikuti Training of Trainer (TOT) bersama sembilan perguruan tinggi di Yogyakarta, Selasa-Kamis (13-22/8/2019) mendatang.

Kepastian ini diperoleh setelah perwakilan British Council, Ambarizky Trinugraheni melakukan kunjungan dan melihat langsung inkubator yang telah dikembangkan UAD, Senin (15/7/2019). Ambar mengaku sangat puas dengan sambutan yang dilakukan UAD dengan memperlihatkan sejumlah inkubator hasil bimbingannya.

Dijelaskan Prof Drs Sarbiran MEd, PhD, Wakil Rektor IV UAD, stan inkubator wirausaha yang dipamerkan untuk menyambut kunjungan perwakilan British Council merupakan hasil riset mahasiswa dan dosen. Hasil penelitian ini menunjukkan suatu masyarakat pedesaan perlu dibantu, dikembangkan dan dididik kewirausahaan. 

“Ini merupakan kebanggaan kami. Sebab PTS (Perguruan Tinggi Swasta,red) tanpa memiliki nilai lebih tidak akan dilirik masyarakat. Kehadiran perwakilan British Council ini sangat berarti bagi UAD,” jelas Sarbiran.

Sedang Ambar menjelaskan Program DICE dimaksudkan untuk mengatasi dua permasalahan komplek di masyarakat. Pertama, meningkatnya pengangguran, kurangnya lapangan pekerjaan, dan prospek lapangan pekerjaan yang rendah bagi anak muda di negara-negara berkembang. Kedua, kurangnya pembangunan ekonomi inklusif yang memicu ketidakstabilan, ketidakpuasan politik, dan lambannya pertumbuhan ekonomi.

TOT, kata Ambar, difasilitasi Tim dari Inggris dan Indonesia. Para peserta diharapkan, pertama, dapat memahami ramuan suksesnya inkubator bisnis universitas yang belajar dari pebisnis Inggris dan Indonesia. Kedua, meningkatkan ketrampilan yang terkait dengan inkubasi bisnis. Ketiga, bisa memberikan layanan, pelatihan, dan mentoring dampingannya untuk berinovasi.

Sementara Hari Haryadi, Kepala Kerjasama dan Inkubasi Bisnis Kantor Urusan Bisnis dan Inovasi (KUBI) UAD mengatakan TOT dapat membuka pintu hubungan UAD dan Britisth Council. Terutama untuk pengembangan ekonomi kreatif inklusif di Indonesia pada umumnya dan khususnya di Yogyakarta.

Kata Hari, kegiatan ini sesuai dengan upaya UAD untuk mewujudkan entrepreneur university. Selama ini KUBI UAD memiliki focus kepada pembinaan dengan kategori Wanita korban perceraian yang termarginalkan secara ekonomi, dan kaum disabilitas. Di samping itu, KUBI UAD juga turut serta dalam kegiatan pengembangan ekonomi secara umum di masyarakat khususnya mendorong tumbuhnya produk produk start up bisnis.

Sebelumnya, jelas Hari, UAD telah mendapat kepercayaan dari Kementerian
Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) hibah PPK (Program Pengembangan Kewirausahaan). “Sebagai satu-satunya universitas di lingkungan Muhammadiyah yang dipercaya Uni Eropa untuk menerima hibah Erasmus+ dalam bidang kewirausahaan dan kurikulum pendidikan kewirausahaan,” kata Hari.