menkes
Menkes Nila F Moeloek (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Kasus HIV ibarat gunung es. Jumlah kasus yang belum ditemukan jauh lebih besar dibanding kasus HIV yang tertangani.

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan memfokuskan diri pada pencarian penderita HIV ini. Selain memberikan pengobatan, juga memastikan bahwa mereka mendapatkan pelayanan yang baik.

“Saya mendorong untuk menemukan penderita HIV lebig banyak lagi agar bisa diobati,” kata Menkes Nila Moeloek dalam siaran persnya, Kamis (18/7/2019).

HIV ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang sama, transfusi darah dan penularan ibu ke anak saat dalam kandungan. Penularannya yang cepat menjadi perhatian pemerintah untuk segera menemuan penderita HIV di tengah masyarakat.

Saat ini lanjut Menkes, baru 338 ribu orang yang sudah ditemukan sebagai penderita HIV. Dari jumlah itu, 118 ribu orang di antaranya yang patuh minum obat.

Diakui Menkes penderita HIV tidak akan bisa hidup normal sebagaimana orang bukan penderita. Namun virusnya dapat ditekan dan tidak akan menulari orang lain jika patuh minum obat secara teratur. Karena itu pemerintah masih terus mencari penderita HIV untuk kemudian diberikan pengobatan secara teratur.

“Maka untuk pengobatannya seumur hidup. Kami sudah mendorong agar masyarakat, ibu-ibu hamil seharusnya diperiksa HIV nya, kalau positif bisa diobati dan anak bisa terhindar dari HIV,” katanya.

Untuk mendukung pengobatan penderita HIV, pemerintah menjamin ketersediaan ARV, Karenanya diharapkan para penderita HIV mamatuhi aturan minum obat, jangan putus minum obat.

Menkes mengingatkan penyakit HIV ini sangat berbahaya bagi ibu hamil. Bila tidak ditekan dengan meminum obat ARV akan menular kepada anak dalam kandungan dan memperbanyak penderita HIV di Indonesia. Solusinya hanya dengan patuh minum obat ARV secara teratur.

“Obat untuk anak positif HIV tersedia. Kami menyediakannya dalam bentuk sirup dan larutan. Obat sudah ada,” kata Menkes.

Menkes Nila menekankan kepada masyarakat yang menduga dirinya terkena HIV untuk segara melakukan pengecekan HIV di fasilitas layanan kesehatan. Obat sudah disediakan pemerintah dan secara umum pemeriksaan HIV sudah dilakukan di 7 ribu Puskesmas di Seluruh wilayah Indonesia.

“Kalau kita menyadari ada HIV dalam diri kita, baiknya melakukan pemeriksaan. Tapi yang saya inginkan kesadaran sendiri untuk memeriksakan diri ke Fasyankes. Jangan menularkan ke yang lain,” ucap Menkes Nila.

Dalam mengatasi masalah HIV, Kemenkes juga merangkul komunitas ODHA. Menkes mengimbau kepada siapapun bahwa ODHA tidak usah dikucilkan, kalau ODHA sudah minum obat ARV secara teratur tidak akan menular sama sekali.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menambahkan upaya untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi salah satu komponennya adalah calon pengantin dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan terutama HIV/AIDS.

“Penderita HIV mendapatkan perlakuan khusus. Yang penting begitu ketemu ibu hamil positif HIV langsung diberi obat agar virus HIV tidak menular pada anak. Setelah anaknya lahir langsung diperiksa, kalau anak tersebut positif HIV langsung diobati, tapi Kalau ibunya taat minum ARV tidak akan menular ke anaknya,” kata Dirjen Anung.

Pencegahan HIV sejak dini perlu dilakukan, maka dari itu bagi siapa saja yang menduga dirinya tertular HIV untuk segera melakukan pengecekan HIV agar langsung diberi obat.