haji
Jemaah haji usai shalat di Masjidil Haram Makkah. (ist/mch)

MAKKAH, MENARA62.COM – Jemaah haji Indonesia diimbau tidak bergegas pulang usai menjalankan shalat di Masjidil Haram, Makkah, guna menghindari penumpukan jemaah di terminal.

“Sebaiknya 30 menit setelah usai shalat baru meninggalkan Masjidil Haram supaya nggak numpuk di terminal bus,” kata Kadaker Makkah Subhan Cholid di Syisyah, dikutip dari media center haji, Ahad (21/7/2019).

Diakui saat ini Makkah sudah mulai dipadati jemaah haji. Diperkirakan jumlah jemaah haji Indonesia yang ada di Mekkah sudah melebihi 31 ribu.

Ini tentu membawa konsekuensi padatnya lalu lintas di sekitar terminal. Akibatnya antrean jemaah untuk mendapatkan bus shalawat pun tak bisa dihindari. Terutama setelah selesai shalat  Isya dan Subuh.

“Manfaatkan waktu untuk beribadah di Masjidil Haram kurang lebih hingga setengah jam usai salat sehingga jemaah tidak menumpuk di terminal,” kata Subhan.

Menurutnya, sampai hari ini, Daker Makka sudah mengoperasikan 111 bus shalawat untuk melayani jemaah haji Indonesia beribadah di Masjidil Haram. Jumlah ini akan terus ditambah secara bertahap sesuai proporsi jumlah jemaah yang sudah ada di Makkah.

“Total kami akan siapkan 419 armada dan 31 bus cadangan pada fase puncak kepadatan jemaah haji Indonesia di Makkah,” lanjutnya.

Dijelaskan Subhan, bus shalawat melayani seluruh rute jemaah haji Indonesia selama 24 jam, sehingga jemaah tidak perlu khawatir tidak mendapat layanan. Ada 9 rute bus dengan 56 halte terdekat hotel jemaah, serta tiga terminal di sekitar Masjidil Haram,  yaitu: Terminal Bus Jiad, Syib Amir, dan Bab Ali, semuanya beroperasi 24 jam.

“Jangan langsung pulang secara bersamaan usai jemaah di Haram, agar tidak terjadi penumpukan di terminal,” imbau Subhan.

Disinggung soal kekurangan armada, Subhan menjelaskan penggunaan bus shalawat sudah dihitung secara proporsional dan memperhatikan kepadatan lalu lintas di Makkah. Penambahan armada secara tidak terukur, justru berpotensi menambah kemacetan di Makkah. Sebab, ke depan akan semakin banyak jemaah haji dari berbagai negara yang tiba di Makkah.