haji
Jemaah haji berada di Masjidil Haram. (ist/mch)

MAKKAH, MENARA62.COM – Jemaah haji Indonesia disarankan untuk melakukan ibadah umrah pada waktu dhuha dan ba’da Isya. Dua waktu tersebut dinilai agak lengang sehingga jemaah tidak perlu berdesak-desakan.

“Jemaah juga tidak perlu antre bus Shalawat. Jadi lebih leluasa,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid saat meninjau terminal Syib Amir, Makkah dikutip dari media center haji, Ahad (21/7/2019)

Waktu ba’da Isya bisa dilakukan sekitar pukul 22:00 waktu Arab Saudi. Atau waktu Dhuha sekitar pukul 07:00 hingga 10:00 waktu Saudi.

Salah satu kiat untuk mengetahui kondisi kepadatan di Masjidil Haram adalah memantaunya lewat layar televisi. “Di tiap hotel kan ada yang menayangkan siaran langsung Masjidil Haram, nah pantau di sana. Kalau terlihat agak lengang, silakan segera berangkat,” ujarnya.

Sementara, anggota tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH) dr.Hendro mengungkapkan, setelah sepekan operasional haji di Daerah Kerja Makkah, dirinya kerap mendapati jemaah kelelahan di Masjidil Haram.

“Biasanya, karena jemaah langsung melaksanakan umrah setibanya di Makkah. Padahal, seringkali jemaah masih dalam kondisi lelah usai menempuh perjalanan dari Madinah,” tutur pria yang bertugas di Pos Sektor Khusus Masjidil Haram ini.

Hendro pun menyarankan agar sebelum melaksanakan umrah wajib jemaah dapat mencukupi asupan makanan serta mengistirahatkan tubuhnya.

“Apalagi untuk jemaah lansia, idealnya lakukan relaksasi dan orientasi lingkungan terlebih dahulu. Jangan terburu-buru untuk umrah. Idealnya, jemaah lansia terutama, butuh waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk berelaksasi dahulu sebelum dibawa ke Masjidil Haram,” jelas Hendro.