medsos
media sosial
close

SURAKARTA, MENARA62.COM – Pemuda Muhammadiyah harus menggarap wilayah dakwah baru yakni dakwah digital. Sebab generasi milenial sekarang ini adalah generasi yang tak bisa lepas dari teknologi informasi.

“Dakwah digital menjadi tantangan baru bagi Pemuda Muhammadiyah ke depan karena yang dihadapi adalah kaum milenial,” kata Zaki Setyawan, Wakil Ketua Majelis Pustaka, Seni Budaya dan Informasi PDM Surakarta, Ahad (21/7/2019).

Menurutnya dakwah digital menjadi wilayah dakwah baru yang harus digarap pemuda Muhammadiyah. Karena generasi muda di era milenial adalah kaum native digital. Kaum yang sejak lahir sudah berinteraksi dengan gadget.

Itu sebabnya Zaki berharap Pemuda Muhammadiyah segera merumuskan strategi dakwah di era milenial

“Dakwah Islam tidak hanya dilakukan dari masjid ke masjid. Dakwah juga dilakukan dari medsos ke medsos bahkan dari kafe ke kafe,” lanjut Zaki.

Ia mengingatkan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kaum melek literasi. Sehingga mempunyai kekayaan intelektual yang banyak. Kekayaan intelektual itulah yang dapat digunakan sebagai energi menjalani dakwah di era milenial.