haji
Pencanangan ‘Gerakan Tiga Sukses dan Sehat Haji’ di halaman Hotel Syarief Al Masi, Sektor 5 Madinah yang diikuti para jemaah. (ist)

MADINAH, MENARA62.COM – Kementerian Kesehatan canangkan ‘Gerakan Tiga Sukses dan Sehat Haji’ di halaman Hotel Syarief Al Masi, Sektor 5 Madinah, Senin (22/7/2019). Acara ini diikuti oleh ratusan jemaah haji kloter JKG 20, seluruh petugas haji sektor 5 dan Tim Promotif Preventif (TPP) Kemenkes.

Hadir pula Kepala Daker Madinah, Ahmad Jauhari; Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, dr. Indro Murwoko; dan Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah, dr. Edi Supriatna, MKKK.

“Perlu kita ketahui ibadah haji butuh fisik yang kuat. Kalau tidak bisa jaga kesehatan tubuh, kita tidak bisa laksanakan tawaf, sai, wukuf, lontar jamarat secara sempurna. Kalau ini bisa kita lakukan, semoga bapak ibu tetap sehat dan bugar sehingga dapat menjadi haji yang mabrur,” ujar Kadaker Madinah Ahmad Jauhari, dalam siaran persnya.

Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi menyambut baik inisiatif gerakan seperti ini. Dengan upaya kesehatan promotif preventif yang masif, Indro berharap kesadaran jemaah haji untuk melindungi kesehatannya akan muncul sehingga kondisi kesehatannya selalu terjaga selama menjalankan ibadah haji di tanah suci.

“Jadi memang dengan upaya seperti ini diharapkan jemaah sadar dan selalu diingatkan untuk menggunakan APD dan diharapkan setelah menjalani akitivitas ibadah maupun aktivitas di luar ruangan mereka tetap sehat,” kata Indro.

Ia pun berharap gerakan ini menjadi contoh dan bisa ditiru untuk dilakukan oleh daerah kerja, sektor maupun kloter-kloter lainnya dan diaplikasikan oleh seluruh jemaah haji Indonesia.

“Kita selalu berkoordinasi dengan rekan kerja di daker maupun sektor untuk melakukan hal yang sama. Sehingga harapannya seluruh jemaah punya atensi atau punya kegiatan yang sama di setiap sektor bahkan mungkin di setiap kloter,” tambah Indro.

Pencanangan tiga gerakan sukses dan sehat haji tersebut ditandai dengan melakukan secara bersama-sama mulai dari senam kebugaran, lalu dilanjutkan dengan gerakan minum air bersama dan penggunaan kacamata hitam.

Usai kegiatan pencanangan, acara dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan. TPP menekankan pesan kesehatan pada pentingnya penggunaan kacamata hitam dan imbauan untuk sering dan banyak minum air guna menghindari dehidrasi.

Sunarto, jemaah asal kloter JKG 20 yang ditemui usai mengikuti acara mengapresiasi upaya pemerintah. Ia juga meminta kegiatan seperti ini bisa dilakukan kembali khususnya sebelum pelaksanaan puncak haji di Armina agar jemaah haji dapat terus diingatkan lagi akan urgensi menjaga kesehatan selama menjalankan seluruh prosesi ibadah haji.

“Saya tadinya ngga bawa payung kemudian kurang minum kemudian alas kakinya tidak pas. Tapi setelah ini saya jadi tahu dan akan saya terapkan dalam rangkaian haji,” tuturnya.