Denpasar, MENARA62.COM Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengapresiasi langkah Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra melaunching penerapan aplikasi e-checking bagi pelayanan anggota koperasi di Kota Denpasar. Dengan aplikasi e-checking ini, ketika anggota koperasi mengajukan pinjaman, maka pengurus koperasi bisa langsung online mengecek track record si calon debitur selama ini.

“Salah satu tujuan dari Reformasi Total Koperasi adalah menciptakan koperasi yang berkualitas. Jumlah koperasi tidak perlu banyak, sedikit saja tapi berkualitas. Jumlah anggota koperasi yang harus terus kita perbanyak”, kata Puspayoga, usai menghadiri acara launching aplikasi e-checking layanan anggota koperasi, di sela-sela acara puncak peringatan Hari Koperasi ke-72 se-Provinsi Bali di Kota Denpasar, Sabtu (27/7).

Di acara yang dihadiri Walikota dan Bupati se-Bali, Menkop menambahkan, dengan menerapkan teknologi, koperasi bisa melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara online. “Bisa menghemat waktu dan biaya. Bayangkan saja, banyak koperasi yang memiliki anggota ratusan ribu orang. Itu bisa dilakukan secara efisien baik waktu dan biaya dengan RAT Online”, ujar Puspayoga.

Hanya saja, Menkop juga mengingatkan agar koperasi tak hanya fokus menerapkan teknologi saja. Karena, tanpa SDM yang handal, koperasi berkualitas akan sulit diwujudkan. “Kualitas SDM pelaku koperasi juga menjadi sesuatu yang penting, di samping penerapan teknologi dalam sistem kerja koperasi”, kata Puspayoga.

Oleh karena itu, Puspayoga berharap, ke depan program Reformasi Total Koperasi bisa dilanjutkan, karena sudah terbukti hasilnya. Diantaranya, mampu meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDB nasional, dari 1,7% menjadi 5,1% pada 2018. “Meski sudah ada sekitar 50 ribu koperasi yang kita bubarkan, namun semangat Reformasi Total Koperasi bukan membubarkan, melainkan menguatkan database koperasi berkualitas”, tegas Menkop lagi.

Sementara Walikota Denpasar Rai Mantra memastikan bahwa penerapan aplikasi e-checking akan memudahkan sistem kerja koperasi dalam melayani anggotanya, khususnya di Kota Denpasar. “Penerapan teknologi bagi koperasi saat ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan. Itu tantangan bagi koperasi yang semakin sulit di zaman yang serba digital, serba cepat, dan serba instan”, tukas Rai Mantra.

Dengan menerapkan teknologi, Rai Mantra meyakini koperasi akan bisa eksis dan tidak ditelan kemajuan zaman. “Dengan menerapkan teknologi juga memudahkan anggota mengakses layanan koperasi. Dengan kemudahan dan kecepatan layanan prima koperasi tersebut, maka koperasi tidak akan ditinggalkan anggotanya”, tandas Rai Mantra.

Rai Mantra menjelaskan, kinerja koperasi di Denpasar terbilang cemerlang. Per Juni 2019, dengan jumlah koperasi sebanyak 1064 koperasi dan 95 ribu orang anggota, koperasi di Denpasar mampu membukukan volume usaha sebesar Rp2,3 triliun dan total aset sebesar Rp2,9 triliun. “Potensi koperasi di Denpasar amat besar. Diantaranya, mampu membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja, juga mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Denpasar”, papar Rai Mantra.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekopinwil Bali I Ketut Tiwi Effendi berharap koperasi harus terus berinovasi dan berjiwa wirausaha agar mampu peluang dan potensi ekonomi di Bali. “Oleh karena itu, koperasi harus sudah menerapkan teknologi digitalisasi sesuai kemajuan zaman sekarang”, tukas Tiwi.

Di era Revolusi Industri 4.0, Tiwi mengatakan, sudah ada koperasi di Bali yang menerapkan sistem online. “Dengan adanya perubahan serba cepat, kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman”, tegas Tiwi seraya menyebutkan jumlah koperasi di Bali sebanyak 4.882 koperasi dengan jumlah anggota lebih dari 1 juta orang, dengan volume usaha mencapai Rp13,5 triliun.

Tiwi menambahkan, program Reformasi Total Koperasi yang digulirkan pemerintah telah membangun koperasi berkualitas sehingga mampu bersaing merebut pasar yang ada sesuai dengan potensi dan kearifan lokal yang bisa digarap koperasi. “Hanya saja, saya akui, di Bali masih sulit melakukan kerjasama usaha antar koperasi. Padahal, kalau itu bisa dilakukan, maka kekuatan ekonomi koperasi di Bali akan semakin kuat”, pungkas Tiwi.