jogja2
Bunker Kaliadem, salah satu spot foto yang banyak diburu wisatawan di kawasan Merapi.

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Gunung Merapi pasca erupsi tahun 2010 menjadi salah satu destinasi wisata di Yogyakarta yang banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Melalui paket Lava Tour Merapi, para wisatawan diajak melihat dari dekat sisa erupsi Merapi dengan cara yang unik.

Tak sekedar melihat sejumlah destinasi wisata yang berada di area puncak Merapi, tetapi sekaligus merasakan sensasi naik jip (mobil jeep) dengan jalanan terjal, naik turun dan medan menantang yang sanggup membuat jantung berdegup kencang.

Nyaris tak ada alasan untuk menolak ‘menguliti’ semua destinasi wisata yang ditawarkan dalam paket Lava Tour Merapi tersebut. Apalagi mereka yang berburu spot-spot foto yang indah. Wisata Merapi adalah pilihan yang tepat dari segi apapun. Keindahan alamnya, sensasinya, petualangannya, keunikannya, keragamannya, kreativitas pengelolanya, juga harga paket wisata yang sangat terjangkau.

Untuk merasakan sensasi wisata Lava Tour Merapi, ada ribuan jip bisa disewa oleh wisatawan lengkap dengan supir yang sekaligus berfungsi sebagai tour guide. Jip-jip tersebut sekaligus menawarkan paket kunjungan wisata ke area Merapi dengan harga sewa yang bervariasi. Mulai dari Rp350 ribu hingga Rp550 ribu per jip tergantung pilihan destinasi wisata. Jip-jip tersebut bisa dipesan oleh wisatawan baik melalui online maupun offline. Satu jip bisa memuat 3 atau 4 penumpang.

jogja3
Lava Tour Merapi, berpetualang dengan mobil jep di kawasan Gunung Merapi

Para pemilik mobil jip umumnya memang tergabung dalam komunitas. Mereka menawarkan paket wisata Lava Tour Merapi melalui website lengkap dengan pilihan destinasi wisata dan harga sewanya. Sebut saja website borobudursunrise.net, jogjacars.com, wisatajeepmerapi.com, seputarwisata.com dan lainnya.

“Laman-laman tersebut bisa menjadi panduan wisatawan sebelum mereka mengunjungi Merapi. Mulai dari informasi lokasi wisata, berapa kira-kira biaya yang dibutuhkan termasuk informasi waktu tepat untuk berwisata di Merapi,” kata Dardiri, Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi wilayah barat.

Menurut Dardiri, ada beberapa paket wisata yang bisa dibeli oleh wisatawan. Short trip dijual rata-rata Rp 350 ribu, medium trip Rp450 ribu, long trip Rp550 ribu dan sunrise trip Rp500 ribu.

Untuk short trip, wisatawan dapat menempuh perjalanan wisata sekitar 12 Km menggunakan jip, dengan durasi antara 1 hingga 1,5 jam. Rute yang ditawarkan misalnya Kali Opak, Kampung Petung, Museum Jam Erupsi, Kampung Kaliadem, Bunker Kaliadem, Desa Jambu, dan Batu Alien.

Untuk medium trip, rute yang ditawarkan berjarak sekitar 15 Km, dengan durasi perjalanan antara 1,5 jam hingga 2 jam. Adapun pilihan destinasi wisata antara lain Kali Opak, Kampung Petung, Museum Jam Erupsi, Kampung Kaliadem, Bunker Kaliadem, Desa Jambu, Baru wajah/Batu Alien, Petilasan Mbah Maridjan dan Offroad Kali Kuning.

Kemudian paket long trip, jarak yang ditempuh sekitar 18 Km dengan durasi perjalanan 2 jam. Wisatawan bisa mengunjungi Kali Opak, Kampung Petung, Museum Jam Erupsi, Kampung Kaliadem, Bunker Kaliadem, Desa Jambu, Baru wajah/Batu Alien, Petilasan Mbah Maridjan  dan Offroad Kali Kuning.

Sedang paket sunrise trip, wisatawan harus mulai berangkat pada pukul 04:30 WIB atau usai subuh. Jarak yang ditempuh sekitar 12 Km, dengan durasi 1 hingga 1,5 jam. Adapun destinasi wisata yang bisa dikunjungi adalah Kali Opak, Kampung Petung, Museum Jam Erupsi, Kampung Kaliadem, Bunker Kaliadem, Desa Jambu dan Baru wajah/Batu Alien.

batu
Destinasi wisata Batu Alien di kawasan Merapi. (ist)

Semua destinasi wisata tersebut tidak hanya menawarkan sesuatu yang berbeda, tetapi juga spot-spot foto yang instagrammable. Itu sebabnya kaum milenial yang gemar berburu spot foto untuk diunggah di media social, Lava Tour Merapi bisa menjadi pilihan.

Paket-paket trip jip wisata tersebut bisa dipesan jauh hari sebelumnya melalui website atau whatsapp yang ada di laman atau website masing-masing komuntas atau pemilik jip.

Rute liar yang menantang

Selain menawarkan spot foto yang indah, berwisata dengan jip di kawasan Merapi memberikan sensasi yang berbeda. Karena wisatawan diajak untuk berpetualang menyusuri jalanan yang berliku-liku, jalur terjal bebatuan, bahkan kadang harus melintas di jalanan dengan jurang menganga di sisi kiri kanan jalan, serta melintasi kali.

“Perjalanan dengan rute liar seperti off-road tersebut dilalui wisatawan sekitar 90 menit atau lebih tergantung paket yang diambil. Dengan kondisi jalanan yang tak mulus, tentu wisata Lava Tour Merapi sanggup membuat jantung berdegup kencang dan memacu adrenalin wisatawan,” papar Dardiri.

Tetapi itulah keunikan berwisata di kawasan Merapi. Dengan jip terbuka yang melaju membelah perkampungan, pepohonan dan bebatuan, wisatawan bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan alam yang asri sepanjang tour de Merapi.

Uniknya selama jip melaju, wisatawan bisa reques kepada supir untuk berhenti sekedar mengambil foto. Wisatawan juga bisa meminta informasi terkait riwayat erupsi Gunung Merapi kepada supir. Umumnya supir menguasai informasi tersebut secara detail.

Perjalanan yang menantang, berliku-liku diatas jalanan yang terjal dan bebatuan tersebut terbayar lunas saat singgah di titik-titik destinasi wisata yang ada. Destinasi wisata yang cantik, unik, berbeda dan eksotik. Misalnya di rumah Mbah Maridjan, wisatawan bisa melihat rumah sang juru kunci Gunung Merapi yang luluh lantak disapu awan panas, melihat dari dekat kamar dimana mbah Maridjan ditemukan meninggal pasca serangan awan panas. Termasuk sisa rumah dan perabotan yang sebagian besar telah meleleh dan gosong.

maridjan
Pendopo Rumah Mbah Maridjan, sang juru kunci Gunung Merapi.

Destinasi wisata Rumah Mbah Maridjan adalah titik wisata yang paling dekat dengan puncak Merapi. Spot-spot foto yang ditawarkan sangat menawan. Bahkan bagi yang ingin berfoto dengan latar rimbun pepohonan, wisatawan bisa naik ke bangunan menara yang terletak dibelakang pendopo.

Dari Rumah Mbah Maridjan, wisatawan bisa mengunjungi Bunker Kaliadem. Ini adalah semacam gua buatan yang sengaja disiapkan pemerintah daerah sebagai tempat berlindung warga dari serangan awan panas atau wedus gembel.

Di lokasi ini wisawatan bisa berburu spot-spot foto dengan pemandangan yang alami. Latar gunung Merapi yang lekat dengan asap membumbung tinggi, tumpukan batu-batu besar sisa erupsi atau pohon-pohon yang dibiarkan tumbuh liar di sekitar bunker.

“Berburu spot-spot foto alam, Bunker Kaliadem adalah tempatnya. Sebab disini wisatawan bisa berfoto dengan latar puncak gunung, tumpukan batu-batu besar sisa erupsi yang dibiarkan utuh, pohon-pohon yang tumbuh liar atau matahari terbit jika beruntung,” kata Budi, warga Desa Kebuharjo, Cangkringan.

Ada juga pilihan destinasi wisata dengan spot-spot foto alam lainnya yakni Batu Alien. Di lokasi ini selain bisa melihat seberapa besar ukuran batu-batu yang dimuntahkan oleh kawah Merapi, wisatawan juga bisa melihat ‘saluran raksasa’ tempat mengalirnya lahar panas dari kawah Merapi. Kali yang pada akhirnya mendatangkan tambang emas berupa pasir bagi penduduk setempat.

merapi
Perabotan rumah tangga yang meleleh akibat awan panas Gunung Merapi, bisa dilihat di Rumah Mbah Maridjan dan Museum Sisa Hartaku

Selain Rumah Mbah Maridjan, wisatawan bisa melihat bagaimana dasyatnya serangan awan panas dengan mengunjungi Museum Sisa Hartaku. Museum ini adalah serupa rumah penduduk yang hancur oleh serangan awan panas Merapi. Rumah-rumah lengkap dengan perabotan yang meleleh sengaja dipertahankan untuk memberikan gambaran lengkap bagaimana dasyatnya erupsi Merapi.

“Kalau melihat barang-barang yang ada di museum ini, bagaimana logam, kaca dan besi bisa meleleh, orang akan memiliki gambaran seberapa panas awan yang disemburkan Merapi. Sangat dasyat, orang, hewan dan tumbuhan sudah pasti mati,” jelas Budi.

Di museum ini wisatawan bisa memanfaatkan televisi tabung yang meleleh, keris yang bengkok, besi yang terbakar untuk berfoto. Barang-barang perabotan rumah yang meleleh adalah saksi bisu yang mampu bercerita tentang kedasyatan letusan Gunung Merapi.

Paket lava pijar

Melihat Merapi lengkap dengan pijaran lava yang elok bagai kembang api tentu menjadi salah satu spot foto yang sangat diburu oleh para wisatawan. Untuk bisa melihat lava pijar dari jarak yang dekat, Lava Tour Merapi juga menyediakan paketnya. Tentu lokasi yang dipilih cukup aman bagi para wisatawan.

lava
Lava pijar Gunung Merapi yang bisa disaksikan wisatawan. (ist)

Lava pijar memang tidak bisa disaksikan setiap saat. Ada waktu-waktu tertentu yang bisa dikunjungi wisatawan. Dan untuk dapat melihat lava pijar termasuk matahari terbit dan matahari terbenam, Budi menyarankan wisatawan menginap di sekitar Gunung Merapi. Ada banyak guest house, rumah penduduk atau vila yang disewakan dengan harga sangat terjangkau. Misalnya rumah penduduk di Desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan yang terletak di kaki Gunung Merapi, harga sewa semalam rata-rata berkisar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

Di Desa yang jaraknya sekitar 25 km dari pusat Kota Yogyakarta tersebut wisatawan akan merasakan sejuknya tinggal di alam pedesaan. Wisatawan juga bisa melihat dari dekat seperti apa penampakan Gunung Merapi.

“Informasi rumah penduduk yang bisa disewa tersebut dapat dicari melalui internet, lengkap dengan tariff dan fasilitasnya termasuk foto-fotonya,” jelas Budi.

Mudah dijangkau

Menuju destinasi wisata Merapi tidaklah sulit. Ini adalah destinasi wisata yang mudah dijangkau oleh wisawatan, termasuk mereka yang belum pernah sekalipun ke Kota Yogyakarta. Petunjuk atau guide wisata Kota Yogyakarta termasuk informasi yang bertebaran di media social bisa menjadi panduan bagi mereka yang sama sekali belum pernah ke Yogyakarta.

Sebut saja Yonika, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang datang berombongan dengan teman-teman kampusnya. Yonika mengaku ini adalah perjalanan wisata pertamanya ke Yogyakarta.

Bersama tujuh teman lainnya, Yonika hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk merencanakan perjalanan wisata ke Merapi. Rencana wisata ke Merapi bermula saat laman media sosialnya dibanjiri dengan tawaran tiket kereta api tujuan Yogyakarta dengan harga murah.

“Ya akhirnya kami browsing-browsing cari tiket murah. Dapatlah tiket kereta Gajahwong seharga Rp75.000 per orang,” katanya.

Perhitungan badget pun berlanjut pada sewa penginapan. Yonika memilih Omah Oeti yang harganya cuma Rp300 ribu untuk 3 kamar. Untuk menuju kawasan Merapi, Yonika bersama rombongan memutuskan menyewa mobil dengan harga Rp250 ribu lengkap dengan sopir untuk 12 jam. Satu harga sewa yang masih terjangkau untuk kelas mahasiswa.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Retno, karyawan rumah sakit di bilangan Kota Kebumen. Ia memang sering berkunjung ke Yogyakarta. Tetapi selama ini belum sekalipun menikmati indahnya wisata di Gunung Merapi.

Akhirnya menutup tahun 2018, ia bersama keluarga besarnya merencanakan wisata ke Merapi.

“Lihat foto-foto di media social bagus banget. Saya penasaran kayak apa melihat dari dekat gunung Merapi,” katanya.

Nyatanya setelah mengunjungi sendiri beberapa destinasi wisata di Merapi, foto-foto yang beredar di media social terkait keindahan Merapi benar adanya.

“Saya jadi ikutan foto, eksis di media social. Karena spot fotonya memang sangat mendukung hobi saya narsis,” lanjutnya.

Kawasan Merapi diakui tidak hanya cocok untuk dikunjungi mereka yang berusia muda atau berjiwa muda. Kawasan Merapi juga cocok dikunjungi anak-anak. Mereka bisa sekaligus belajar tentang fenomena alam gunung Merapi yang pernah mengalami erupsi dasyat pada 2006 lalu.

Lava Tour Merapi menurut data Dinas Pariwisata Yogyakarta tahun 2018, mampu menyedot wisatawan berkisar 7.000 hingga 9.000 orang per hari. (m.kurniawati)