Andriadi Achmad
Andriadi Achmad

JAKARTA, MENARA62.COM — (03/08/2019) Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Andriadi Achmad memprediksi Megawati Soekarnoputri akan terpilih kembali secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Hotel Inna Grand Bali Beach, 8-11 Agustus 2019 mendatang.

“Saya yakin Megawati Soekarnoputri akan mendapat mandat kembali memimpin PDIP lima tahun kedepan dalam Kongres V PDIP 8 – 11 Agustus 2019. Kehadiran Megawati Soekarnoputri dianggap mampu menjadi perekat dan pemersatu internal PDIP,” ungkap Andriadi Achmad saat diwawancara.

Keberadaan Megawati Soekarnoputri di puncak pimpinan PDIP selama 20 tahun (1999 – 2019) belum tergantikan baik dari trah Soekarno seperti Guntur, Guruh, Rahmawati, Sukmawati, Puan Maharani, Prananda Prabowo, Puti Guntur maupun dari kader potensial PDIP seperti Jokowi, Budi Gunawan, Hasto Kristiyanto, Tjahyo Kumolo, Pramono Anung, Ganjar Pranowo, Budiman Sudjatmiko, dan lainnya.

“Saya mengamati besar kemungkinan bahwa Megawati Soekarnoputri akan memimpin PDIP seumur hidup. Pasalnya belum ada sosok yang bisa menggantikan posisinya baik dari trah Soekarno maupun kader-kader potensial PDIP lainnya,” ujar mantan Aktivis Mahasiswa Indonesia Era Reformasi ini kepada media.

Menurut pandangan Direktur Eksekutif Nusantara Institute for Political Communication Studies and Research Centre (PolCom SRC), sebetulnya warning bagi PDIP bahwa sampai saat ini belum ada sosok yang mampu tampil menggantikan posisi Megawati sebagai Ketua Umum. Oleh karena itu, demi masa depan PDIP secara  bijaksana sebaiknya Megawati Soekarnoputri legowo memberikan kesempatan kepada Puan Maharani untuk posisi Ketua Umum PDIP 2019 – 2024. Sedangkan, Megawati mengambil posisi sebagai Ketua Dewan Pembina atau Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDIP.

“Selagi masih ada kesempatan, meskipun arus bawah dan mayoritas kader menginginkan Megawati memimpin kembali untuk lima tahun kedepan. Hemat saya, sikap legowo Megawati dengan memberi kesempatan kepada Puan Maharani jauh lebih baik untuk mempersiapkan dan membiasakan PDIP tanpa kepemimpinan Megawati secara langsung. Berada di posisi Ketua Dewan Pembina atau Dewan Pertimbangan DPP PDIP, Megawati  masih bisa mengawasi dan memberikan pertimbangan setiap kebijakan atau keputusan penting PDIP,” tegas Alumni Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI ini.

Dalam konteks sejarah, PDIP merupakan salah satu partai politik ideologis yang menganut ajaran nasionalisme marhaenisme Soekarno. Pada pemilu perdana pasca reformasi tahun 1999, PDIP adalah partai pemenang pemilu dengan perolehan suara sekitar 33 % dan mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden RI (1999-2001) dan Presiden RI (2001 – 2004). PDIP berada di posisi pemenang kedua pada pemilu tahun 2004, posisi ketiga pemilu 2009, pemenang pemilu 2014 dan pemilu 2019 serta memenangkan pilpres 2014 dan pilpres 2019.

“Sejak pemilu pasca reformasi, PDIP memenangkan 3 pemilu yaitu 1999, 2014 dan 2019. Kemudian memenangkan 2 pilpres yaitu 2014 dan 2019. Artinya secara kelembagaan eksistensi PDIP sangat mempengaruhi dalam kehidupan berbangsa saat ini,” demikian tutup Andriadi Achmad mengakhiri wawancara.