JAKARTA, MENARA62.COM — Rabu (07/08/2019), Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta mengapresiasi seluruh elemen elit DPP PDIP dan DPD PDIP se-Indonesia mendukung penuh dan secara aklamasi akan memberikan mandat kepada Megawati Soekarnoputri untuk memimpin PDIP lima tahun ke depan dalam kongres V PDIP 8 – 11 Agustus 2019. Akan tetapi, persoalannya eksistensi PDIP belum teruji pasca atau tanpa kepemimpinan Megawati.
“Perlu menjadi bahan renungan dan pemikiran para elit PDIP, bagaimana eksistensi PDIP pasca kepemimpinan Megawati. Sepertinya kader-kader PDIP tidak ada yang sanggup mengambil mandat menjadi Ketua Umum selagi Megawati masih menerima mandat tersebut. Puan Maharani saja sebagai tokoh yang dipersiapkan dari Trah Seokarno, mengaku hanya Megawati saat ini paling tepat sebagai ketua umum,” ujar Andriadi Achmad saat diwawancara pihak media.
Sebetulnya dalam teori kepemimpinan, seorang pemimpin yang berhasil adalah ketika  mampu melahirkan kader-kader pemimpin hebat setelahnya jauh lebih baik. Dalam hal ini, kader-kader potensial PDIP sudah banyak yang bermunculan di permukaan baik dari trah Soekarno maupun non Trah Soekarno baik yang saat ini duduk di eksekutif maupun di legislatif. Akan tetapi, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan para kader-kader tersebut terhadap perjuangan dan jasa besar serta keberhasilan Megawati dalam menakhodai 20 tahun PDIP. Sehingga nyaris tidak ada satupun kader yang berani menentang dan melawan Megawati dalam bursa calon Ketua Umum PDIP.
“Saya melihat, kharismatik Megawati dalam memimpin PDIP dalam 20 tahun belakangan. Menimbulkan penghormatan dan penghargaan yang luar biasa besar terhadap perjuangan serta keberhasilan Megawati dalam membangun PDIP sejak tahun 1999. Sehingga, tidak ada satu pun kader yang sanggup bertarung melawan Megawati dalam Kongres untuk merebut posisi ketua umum,” jelas Alumnus Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI ini.
Direktur Eksekutif Nusantara Institute PolCom SRC (Political Communication Studies and Research Centre) ini berpendapat bahwa Kongres V PDIP 2019 ini adalah momentum tepat untuk regenerasi kepemimpinan dari Megawati ke penerusnya. Mumpung PDIP sedang berjaya baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Keretakan dan perpecahan internal parpol biasanya muncul ketika sedang berada di titik kekalahan. Oleh karena itu, tidak ada yang mampu memberikan garansi di tahun 2024 PDIP masih tetap berjaya dalam memenangkan pemilu legislatif maupun pemilu eksekutif.
“Momentum 2019 hemat saya, waktu yang sangat tepat untuk regenerasi kepemimpinan di PDIP, dari Megawati ke penerusnya, tentu paling potensial dari Trah Soekarno ibarat duplikat Megawati adalah Puan Maharani. Meninggalkan Ketua Umum, keberadaan Megawati masih bisa sebagai the king maker PDIP yaitu di posisi Ketua Dewan Pembina atau Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDIP. Dimana kekuasaannya berada di atas level Ketua Umum. Jadi bola panas kepemimpinan PDIP lima tahun kedepan ada ditangan Megawati, artinya hanya Megawati Soekarnoputri yang menentukan,” demikin tutup Andriadi Achmad mengakhiri wawancara.