Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Siap Unjuk Gigi di Pre Event Solo Gamelan Festival 2019
Anak-anak berlatih bersama. Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Siap Unjuk Gigi di Pre Event Solo Gamelan Festival 2019

SOLO, MENARA62.COM — SD Muhammadiyah 1 Ketelan Siap Unjuk Gigi di Pre Event Solo Gamelan Festival 2019. Alunan gending gamelan pada Selasa (13/8/2019) siang itu terdengar memecah suasana.

Siang itu, siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta tengah sibuk dalam kegiatan jelang peringatan HUT RI ke-74. Mereka ikut lomba sudut baca kelas, taman, permainan, gerak jalan sehat, pawai merah putih dan upacara.

Jatmiko, wakil kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan bidang humas mengatakan, Gamelan Masuk Mall menjadi salah satu pre event pentas di ruang publik Solo Gamelan Festival 2019. Di sana, ditampilkan karya-karya musik gamelan yang bertemakan Semangat Perjuangan, Kepahlawanan dan Kerakyatan.

Ia menyebutkan, ini sebagai upaya meneguhkan sekolahnya yang memiliki tagline Sekolah Pendidikan Karakter berbasis Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Budaya. Selain itu, juga untuk membangkitkan kembali kepedulian dan pelibatan masyarakat terhadap gamelan.

“Sekolah siap unjuk gigi di Pre Event Solo Gamelan Festival 2019 di Food Court Solo Grand Mall. Penampilan ini, akan membuat generasi muda kembali menikmati gamelan selama satu setengah jam. Event ini atas undangan Dinas Kebudayaan bertanda tangan Kinkin Sultanul Hakim SH MM,’’ katanya kepada jurnalis.

Ia menambahkan, acara akan berlangsung pada Kamis (15/8/2019) malam, pukul 19.00 – 21.00 WIB.

Karakter

Menurut Ki Agung Sudarwanto SSn MSn, pembina seni pedalangan dan karawitan sekolah itu, salah satu penyebab mulai lunturnya moral, mental di Indonesia adalah rendahnya kepedulian terhadap budaya. Padahal, budaya ini syarat dengan ajaran budi pekerti.

“Untuk pembentukan karakter perlu kiranya siswa-siswi dimantapkan dengan apresiasi seni dan budaya,” ujar Agung yang merupakan anggota Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Surakarta.

Agung mengatakan, rangkaian acara juga diisi pentas tari payung, tari caping, tari lutung, kolaborasi wayang kulit purwa dengan judul Sang Hanuman. Wayang kulit ini, diiringi gamelan secara langsung. Penampilan ini, diharapkan menggairahkan seni budaya di kota Solo sebagai kota Budaya.

Sementara itu, Solo Gamelan Festival 2019 akan diselenggarakan pada Jum’at dan Sabtu, 23 dan 24 Agustus 2019 bertempat di Beteng Vasternberg Jl Jenderal Sudirman. Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Siap Unjuk Gigi di Pre Event Solo Gamelan Festival 2019.

Festival ini akan diikuti oleh berbagai potensi dari kelompok gamelan yang terdapat di Surakarta. Festival ini akan melibatkan, unsur anak-anak, pelajar, dan masyarakat umum di lima kecamatan se Solo, serta para komposer gamelan.

“Festival ini berupa pergelaran seni musik, khususnya musik gamelan. Penampilannya dilakukan dengan beragam jenis dan bentuk pengembangannya, dan bersifat non-elektrik,” kata Kepala Bidang Kesenian Sejarah dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Solo, Maretha Dinar C SE MM.

Ia berharap, kegiatan pentas di ruang publik akan dibuat rekaman video. Rekaman itu nantinya akan dijadikan flash mop sekaligus teaser. Penampilan itu diharapkan akan menjadi viral dan menarik perhatian masyarakat calon pengunjung festival.