SLEMAN, MENARA62.COM — Kegiatan Pembagian daging kurban di Padukuhan Mertelu Kulon, Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul pada Hari Besar Iduladha 1440 H kali ini berbeda bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Dukuh Mertelu Kulon, Suyanto “Pemakaian keranjang dari bambu (ronjot) dan daun jati ternyata mampu menjaga kebersihan daging lebih terjamin, penampilan lebih menarik dan lebih ramah lingkungan, serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri daging serta menghidupkan lagi kearifan lokal,” di sela-sela pentasyarufan atau distribusi daging kurban di Kompleks Masjid Al-Ikhlas, Padukuhan Mertelu Kulon, Rabu (14/8/2019).

Mertelu Kulon terletak di lereng perbukitan yang tandus, namun juga memiliki pemandangan alam karunia Ilahi yang indah dan ke depan bisa dikembangkan menjadi wisata dengan mengedepankan ekologi yang belum dioptimalkan.

Pentasyarufan daging kurban kali ini berasal dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah dan LPB PDM Sleman sebanyak 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing sebagaimana disampaikan H. Budi Setiawan dan Fauzan Yahsya bersama rombongan, “Harapannya ibadah qurban ini bisa diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang meneriman daging kurban ini dibagikan kepada sekitar 100 KK warga, tegas Budi Setiawan.”

Dalam kesempatan ini juga disampaikan bantuan air bersih dari LPB PDM Sleman kepada warga sekitar yang diterima oleh Ketua PCM Gedangsari dan Sarwata, S.Pd., (Sekretaris PCM). Suhargito, S.Ag., (Majelis Tabligh PCM). Legiya (Majelis Tarjih PCM). Muhtar Sholikhin, S.Pd., (Lazismu KL Gedangsari).

Di sela pembagian daging kurban juga disampaikan pengajian dengan tema ibadah kurban yang  mengingatkan kepada akan makna keimanan kepada Allah SWT semata, teladan keikhlasan dari Nabi Ibrahim AS yang menuruti perintah Allah SWT untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS. Dan keikhlasan yang dilakukan nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah-Nya diganti dengan seekor domba. Selain itu, manfaatnya akan menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial, empati, dan simpati kepada sesama yang kurang beruntung sebagaimana ditandaskan Ustaz Sandi Rohman, M.A., (Majelis Tablig PDM GK) kepada peserta pengajian.