Bambang Suwignyo menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Sumino, warga Dusun Plampang III, Kokap Kulonprogo, Ahad (18/8/2019). (foto : istimewa)

WATES, MENARA62.COM — Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan bedah rumah Sumino, warga tidak mampu di Dusun Plampang III, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Ahad (18/8/2019). Keluarga Sumino merupakan salah satu warga yang belum memiliki rumah layak huni karena kemiskinan.

Demikian Dr Bambang Suwignyo, Ketua DRD Kulonprogo dalam rilis yang dikirim ke redaksi menara62.com, Senin (19/8/2019). Selain bedah rumah, DRD Kulonprogo menyerahkan 10 toilet bagi warga Dusun Plampang III. DRD juga bekerjasama dengan Departemen Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM)/RSUP Dr Sardjito melakukan bakti sosial pemeriksaan mata bagi anak SD dan SMP serta Lansia maupun penderita diabetes, sebanyak 198 warga.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo, anggota DRD Kulonprogo Prof dr Suhardjo SU SpM(K), Dr Jumarin, Dr Iswandi, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kulonprogo, Camat Kokap, dokter Puskesmas KokapII, dan warga sekitarnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, Kabupaten Kulonprogo masih memiliki sekitar 21 ribu kepala keluarga (KK) miskin yang senasib dengan Sumino. Berdasarkan laporan DRD kepada Bupati beberapa waktu lalu, ada sekitar 4% dari total 21 ribu warga miskin yang menjadi prioritas. “Ada 932 KK yang diprioritaskan dalam program pengentasan kemiskinan,” kata Bambang.

Kabupaten Kulonprogo, kata Bambang, memiliki 930 dusun. DRD telah membuat asumsi, bila satu dusun mengentaskan satu KK miskin, maka penurunan kemiskinan sebesar 4 % dapat dicapai dalam kurun waktu 2,5 tahun. “Target ini bisa tercapai apabila tidak ada pertumbuhan KK miskin,” tandas Bambang.

Sedang Prof Suharjo, anggota DRD mengatakan angka kemiskinan di Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo masih di atas 24%. Angka ini relatif tertinggi di DIY. Letak geografis yang berbukit dan fasilitas jalan yang masih terbelakang merupakan kendala untuk mengejar ketinggalan. “Kondisi tersebut menginspirasikan anggota DRD Kulonprogo untuk berbakti sosial melakukan bedah rumah,” kata Prof Suharjo.

Dalam pemeriksaan kesehatan, kata Suharjo yang juga Guru Besar spesialis mata, ditemukan satu anak menderita kelainan mata bawaan, satu orang menderita Retinopati Diabetik. Mereka dirujuk untuk pengobatan lebih lanjut di Sardjito Eye Center RSUP DR Sardjito.

Sementara Wakil Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada DRD yang telah memberikan saran dan berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan. Sutedjo mengharapkan warga perantauan untuk membantu mengatasi kemiskinan.