PURWOKERTO, MENARA62.COM — Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyampaikan pesan yang berkaitan dengan insiden mahasiswa Papua di Surabaya beberapa hari lalu.

Ketua GM FKUB Banyumas Dimas Indianto menyerukan perdamaian kepada seluruh pemuda terutama lintas agama serta meminta mengambil pelajaran dari insiden rasialisme yang menimpa mahasiswa Papua.

“Generasi Muda FKUB Banyumas mengutuk perilaku yang memantik perpecahan. Kita harus saling menghargai dan menghormati sesama. Papua adalah bagian dari kita: Indonesia,” ucapnya di Purwokerto, Rabu (21/8/2019).

Secara khusus, Ketua GM FKUB Banyumas berharap hal-hal tak pantas dan penghinaan kepada orang-orang Papua tak terulang lagi pada masa depan.

“Generasi Muda FKUB Banyumas tak ingin ada perpecahan karena suatu perbedaan. Saya rasa harus saling menghargai karena orang Papua pasti juga sangat menghargai kita,” katanya.

Ia berharap kepada seluruh lintas agama jangan ada hal-hal itu lagi biar tidak memecah belah. ” Karena kami juga sama-sama orang Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Bidang Media GM FKUB Tegar Roli menyerukan kepada seluruh generasi muda lintas agama agar tidak mudah percaya terhadap informasi hoax terkait kasus di Tanah Papua.

“Saya harap semua generasi muda tidak terpancing dan terpengaruh dengan berita-berita negatif dari pihak yang tidak bertanggungjawab, untuk merusak persatuan, kedamaian, dan kebersamaan kita sebagai bangsa yang bersatu,” ucap Tegar yang juga Anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas.

Seperti yang diketahui sebelumnya, warga Papua di Manokwari menggelar aksi pembakaran ban dan meletakan sejumlah ranting pohon di beberapa jalanan di Manokwari. Aksi tersebut merupakan buntut dari kericuhan mahasiswa Papua.(*)