ristek
Kemal Prihatman, plt Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama sejumlah pembicara dalam media briefing.

JAKARTA, MENARA62.COM – Menuju Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Tahun 2019 ke-24, Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) menjadi bukti nyata kontribusi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sebagai wahana kolaborasi triple helix ABG yakni Academic, Bussiness dan Goverment) demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis iptek.

Kemal Prihatman, plt Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan target Kemenristekdikti menjadikan Kawasan Sains dan Teknologi di Indonesia memberikan kontribusi pada peningkatan ekonomi nasional dan daerah serta berperan di ranah internasional.

“Kontribusi tersebut terlihat pada keberhasilan KST dalam riset inovasi dan sekaligus menjual hasil produk tersebut,” kata Kemal di sela media briefing bertema Diseminasi Pelaksanaan Penguatan Kelembagaan: Pengmbangan Kawasan Saint dan Teknologi, Platform Sinergi Pusat Unggulan Iptek dan Rencana Tindak Lanjut Indonesia Innovation Day 2019, Kamis (22/8/2019).

Ia mencontohkan STP IPB yang di lauchning tahun 2017. Saat ini telah melaksanakan berbagai kegiatan inovasi/layanan komersialisasi hasil riset melalui kegiatan inkubasi dan atau spin-off antara lain PT. IPB SHIGETA Animal Pharmaceuticals, Biological Material, PT Fits Mandiri/Serambi Botani, PT. Intertisi Material Maju, PT. Rumah Rumput Laut,  BIKI dan CV Wain.

ristek
Kemal Prihatman, plt Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menunjukkan ekstrak noni, salah satu hasil dari STP.

Adapun produk unggulan yang dihasilkan diantaranya Vaksin flue burung merk Close 5.1, Macaca, Beras Analog, madu Trigona, kosmetik berbasis rumput laut, ekstrak torbangun sebagai ASI booster, aneka produk berbasis Kitosan, minuman kesehatan penurun kolesterol, dan lainya.

Demikian halnya dengan Universitas Gadjah Mada Science Techno Park (STP). STP UGM telah menghasilkan PPBT dalam bidang Kesehatan dan Farmasi yakni PT. Swayasa Prakarsa dengan produk unggulan meliputi  alat kesehatan (Inashunt, Ceraspon, NPC G Strip, GamaCha), herbal (GamaFlue, GamaOptima, GamaDiab, GamaTensi, KalkuGama, GamaFresh) dan pangan sehat (My Cookies, Wedang Uwuh, Ubikies, Kasabi, Teh Jahe, Teh Serai).

Sementara untuk ITB Innovation Park yang berfokus pada ICT dan industri kreatif, kata Kemal, telah menghasilkan PPBT diantaranya  PT BIOPS Agrotekno, PT Bio Proshafa Karya, dan PT. Lokapoin Kreasi Indonesia. Produk yang diunggulkan adalah  Bio-N Propolis, Bio-N Oils (produk inovasi turunan propolis dan dikombinasi dengan minyak atsiri), Encomotion (teknologi penyiraman otomatis berbasis IoT) dan Lokapoin Apps (platform daring pemesanan homestay untuk traveler yang tak hanya mencari akomodasi dengan harga terjangkau, namun kualitas serta otentisitas nusantara)

Kolaborasi Industri Jangkar (Anchor Industry) lanjut Kemal juga telah dilakukan untuk mengakselerasi produksi massal produk inovasi KST sekaligus mencapai target pasar produk inovasi KST.

“Beberapa KST yang  telah bekerja sama dengan industri diantaranya adalah Solo Techno Park dengan PT. Prosan Alam Hijau, UGM Science Park dengan PT Phapros, ITB Science Park dengan PT Sinar Mas, dan Unpad Science Park dengan PT Darya Padma Enoes,” katanya.

Keberhasilan tersebut sesuai dengan tujuan diimplementasikannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 106/2017 Tentang Kawasan Sains dan Teknologi (KST). KST menjadi wahana yang dikelola secara professional untuk mengembangkan riset dan bisnis teknologi yang berkelanjutan, menumbuhkembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), dan memberikan layanan teknologi kepada Industri dan layanan pendukung lainya.

Perpres tersebut didukung dengan adanya Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 13 Tahun 2019 Tentang Rencana Induk Pengembangan KST 2015-2030 dan Permenristekdikti No. 25 Tahun 2019 Tentang Tata Kelola Penyelenggaraan KST.

Hingga tahun 2019 ini, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kemenristekdikti berupaya mengembangkan KST melalui fasilitasi pengembangan kelembagaan, capacity building, penguatan hilirisasi hasil riset dan pengembangan inovasi serta pengembangan sarana dan prasarana.

Fasilitasi tersebut diberikan kepada 18 (delapan belas) lokus binaan KST kemenristekdikti meliputi Pondok Pusaka Techno Park, STP Riau, STP Universitas Andalas, STP Sumatera Selatan, STP Kalimantan Utara, STP Papua Barat, Sumbawa Technopark, STP ITS, MSTP Jepara, Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Solo Technopark, KST Universitas, UGM Science Techno Park, STP UI, STP IPB, Oil Palm Science Techno Park (OPSTP) Medan, ITB Innovation Park , dan Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) Jember.

Dukungan Fasilitasi Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) jelas Kemal juga dilakukan melalui kegiatan pendirian IBT, pengembangan IBT dan pendayagunaan sarana dan prasaran. Unsur yang dikuatkan dalam fasilitasi ini meliputi unsur : Space, Shared, Services, Support, Skill Development, Seed Capital, dan Synergy.

“Kegiatan pendukung lainnya juga dilakukan meliputi Pengembangan Lembaga Alih Teknologi/Technology Transfer Office (TTO),” tukas Kemal.

Konsolidasi Dewan Riset Daerah (DRD) dan Stakeholders daerah diakui Kemal telah dilibatkan dalam pengembangan KST/STP dan penyusunan Kebijakan Iptek daerah. Selain itu, untuk penguatan sumber daya manusia, bantuan juga digulirkan melalui Organisasi Profesi Iptek melalui program dukungan Orprof Iptek dalam Pengembangan KST/STP, rekomendasi penyusunan kurikulum vokasi dan sertifikasi profesi dan Penyusunan Rekomendasi Solusi Isu Strategis Nasional.

Selain itu, juga telah dilakukan inisiasi dukungan akses permodalan khususnya Modal Ventura dengan melibatkan Asosiasi Modal Ventura Untuk Start Up Indonesia (Amvesindo).