ristek
Kepala Staf Kepresidenan Jend (Pur) Moeldoko berfoto bersama diaspora Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM – Dana riset di Indonesia senilai Rp25 triliun dinilai kurang kurang optimal pemanfaatannya sehingga hasilnya tidak jelas. Karena itu ke depan, Presiden berencana membentuk Badan Riset Nasional yang bertujuan menyatukan kegiatan riset yang ada.

“Dana riset besar tapi di ecer-ecer kemana-mana, tersebar dimana-mana. Akhirnya menguap karena kurang focus,” kata Jend (Purn) Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan pada Simposium Cendekia Kelas Dunia tahun 2019, Jumat (23/8/2019).

Menurut Moeldoko, selama ini banyak kegiatan riset yang dilakukan sekedar memenuhi program. Sehingga hasilnya kurang maksimal terutama bagi masyarakat.

Jika DRN terbentuk, maka semua kegiatan riset akan terawasi dengan baik. Badan ini bisa berdiri sendiri dengan pertanggungjawaban langsung kepada presiden, tetapi bisa juga berada dibawah Kemenristekdikti. Segala kemungkinan tersebut masih dalam proses penggodokan.

Selain membentuk Badan Riset Nasional, upaya mengatasi hambatan terkait riset juga dilakukan melalui beberapa upaya. Diantaranya membentuk rencana induk riset nasional, pemanfaatan dana abadi untuk riset, super tax deduction, dan pro hire.

Moeldoko dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan agar ilmuwan harus bisa mengubah lingkungan. Ilmuwan harus berbenah agar bisa memberikan manfaat baik bagi diri maupun lingkungannya.