Isi ideologi yang perlu diketahui berkaitan dengan Mukadimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup, Kepribadian, Khittah, dan Perubahan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua.

MENARA62.COM– Slawi, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tegal giatkan Madrasah Perempuan Berkemajuan dan Pendidikan Paralegal dengan tema “Massifikasi Gerakkan Aisyiyah Kabupaten Tegal Melalui Advokasi dan Profesionalitas Organisasi” pada 24 sd 25 Agustus 2019 di SMK Muhammadiyah Slawi. Di hadiri oleh Pleno Pimpinan Daerah Asiyiyah Kabupaten Tegal. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Fathin Hammam selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tegal.

Muhammadiyah sangat menghormati keberadaan kaum perempuan (Aisyiyah), seperti dalam surat An Nahl : Ayat 97  yaitu barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Berperan aktif dalam pemberdayaan umat tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu bagi anak anaknya. Pentingnya menguatkan kembali bermanhaj dan berediologi Muhammadiyah ditengah tantangan internal dan eksternal.

Lebih lanjut Fathin menyampaikan ,” Sistem pemikiran ideologis harus dapat dimaknai ulang. Manhaj gerakan Muhammadiyah yang terdiri dari pemikiran para tokoh pendahulu, kaidah-kaidah dan keputusan-keputusan resmi organisasi harus dapat diimplementasikan sesuai dengan perkembangan zaman. Jika tidak, maka ideologi akan mati.

Ideologi yang mati tidak akan mampu memberikan semangat dan menggerakkan Muhammadiyah yang begitu besar ini. Isi ideologi yang perlu diketahui berkaitan dengan Mukadimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup, Kepribadian, Khittah, dan Perubahan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua “ Tandasnya*