FGD kantin sehat at 13.17.54
Jatmiko (Baju Batik Hijau Muhammadiyah) berfoto usai FGD Kantin Sehat

SOLO, MENARA62.COM  – SD Muhammadiyah 1 Ketelan mengambil peran aktif dalam Focus Group Discusion (FGD) terkait Riset Kantin Sekolah Sehat, Kamis (22/8/2019). FGD diikuti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kepemudaan dan Olahrga, Loka POM Surakarta, Perwakilan Sekolah Adiwiyata, Akademisi, Pegiat Perlindungan Anak, Pengelola Kantin, Siswa dan perwakilan Wali murid.

Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Jatmiko mengatakan, sekolah yang mengembangkan 5 hari belajar, sehari bisa mecapai 10 jam di sekolah, berarti asupan makan dan minum sangat dibutuhkan selama anak beraktivitas.

“Tadi dalam diskusi interaktif, kami mendapatkan paparan dari tim riset YLKI, Kepala Loka POM, Ketua BK UKS kota. Terkhusus manajemen kantin sehat SD Muh 1 ada PJ bu SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd, ada SK-nya, menjabat lebih dari 3 tahun, ada 7 orang tim, 6 orang pelaksana,” ujarnya.

Untuk pangan jajanan anak sekolah yang menyedikan tim pengelola kantin sebagai koordinator dan dinas kesehatan (Labkesda), dilengkapi SOP kantin sehat harus lolos uji laboratorium makanan maupun minuman, dipasok oleh orang tua siswa dan mitra sekolah.

Yang jadi pemasok kantin bersedia mematuhi SOP karena ada monitoring intern sekolah secara terjadwal, dinas kesehatan melalui puskesmas Stabelan dan terakhir dalam rangka audit kesehatan atau ketahanan pangan bulan Agustus 2019 dari badan POM Jawa Tengah.

Mengingat pentingnya kantin bagi proses tumbuh kembang anak, sudah selayaknya sekolah memiliki tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan kantin yang aman dan sehat.

“Kami memiliki visi membentuk lembaga pendidikan Unggul Kompetitif dengan sumber daya insani yang berakhlaq mulia, berkarakter utama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehat, dan peduli lingkungan hidup dan ramah terhadap anak,” imbuhnya.

FGD kantin sehat di SD Muhammadiyah 1 Ketelan