Ketua PWM Sumbar Buya Shofwan Karim Beri Tausiah

PADANG — Upaya tingkatkan SDM dosen dan karyawan, Universitas Muhammadiyah Sumbar menggelar Baitul Arqam bagi 61 dosen dan 11 karyawan di civitas akademika UMSB di Auditorium UMSB, Jumat, (23/8) hingga Minggu, (25/8).

Baitul Arqam adalah salah satu kegiatan Muhammadiyah yang bisa dijadikan ajang penambah wawasan dan pengetahuan.

Rektor UMSB, Dr. Riki Saputra mengatakan, Baitul Arqam merupakan kegiatan strategis bagi suatu pergerakan amal usaha Muhammadiyah, apalagi Muhammadiyah bagian dari pergerakan amar maruf nahi munkar.

“Ada banyak ilmu tentang kemuhammadiyahan, sehingga akan butuh waktu yang panjang, peserta diharapkan dapat menggali sendiri ilmu-ilmu yang belum disampaikan selama kegiatan Baitul Arqam ini,” ujar Riki Saputra.

Kegiatan Baitul Arqam ini, lanjutnya juga merupakan ajang peningkatan ghirah para dosen dan karyawan untuk bersemangat dalam membangun amal usaha Muhammadiyah.

Katanya, sesuai dengan kebutuhan perprodi dosen sebanyak enam orang dosen perprodi, kita merekrut dosen lumayan banyak, setelah lulus mereka mengikuti tes dan wawancara, yang dilanjutkan dengan Baitul Arqam.

“Seleksi ketat ini tidak hanya kebutuhan universitas saja sesuai dengan intruksi dikti juga untuk mencari kader Muhammadiyah yang memiliki kompetensi,” ujarnya.

Ketua PW MuhammadiyahbSumbar, Dr. Shofwan Karim Elhussein,MA mengungkapkan Baitul Arqam merupakan tahap pertama jadi kader Muhammadiyah, Kader Muhammdiyah merupakan tulang punggung yang menyandang misi gerakan Muhammadiyah, oleh karena itu mereka perlu memahami tentang Muhammadiyah secara keseluruhan yang lebih dikenal dengan Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Sebagai kader mereka memiliki life skill, soft skill dan berakhlaqul karimah serta menguasai IT, selain itu para dosen dan karyawan ini harus memiliki ciri khas dan lebih baik dari dosen lain. Para dosen ini memiliki warnai sendiri dalam kehidupan akademik yang menunjukan Muhammadiyah taat beribadah, kokoh ibadah dan terampil dalam kehidupan akademik serta sosial kemasyarakatan.

“Intinya mereka kader Muhammadiyah elit yang memiliki kompetensi akademik dan Al-Islam kemuhammadiyahan,” tegasnya.

Shofwan meminta para Dosen dan karyawan UMSB agar bisa menjadi contoh baik khususnya di kalangan Muhammadiyah dan masyarakat pada umumnya.

Shofwan mengharapkan para dosen dan karyawan ini tidak hanya menjadi kader di kampus saja tetapi juga mewarnai dan menggerakan ranting, cabang Muhamamdiyah maupun amal usaha Muhammadiyah, akhirnya terjadinya perobahan perilaku dalam bentuk perobahan sikap dan tingkah selaku kader Muhammadiyah yang taat beribadah, kokoh aqidahnya dan terampil dalam akademik. (RI)