pepen
Fendriano Mafrandana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) saat menerima sertifikat dari YSS. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Menjadi salah satu peserta program ASEAN Students Volenteer Mission tak pernah mampir dalam benak Fendriano Mafrandana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Sebab program yang digagas Yayasan Sukarelawan Siswa (YSS) dibawah Kementerian Pendidikan Malaysia tersebut menerapkan sejumlah persyaratan yang tidak gampang.

Tetapi nyatanya, Fendriano yang akrab dipanggil Pepen terpilih menjadi salah satu peserta program bergengsi tersebut. Bersama 11 mahasiswa lainnya asal Indonesia, Pepen lolos dalam serangkaian seleksi yang digelar Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Lalu ia pun menyandang predikat delegasi Indonesia untuk program ASEAN Students Volenteer Mission tahun 2019.

“Saya pasti bangga. Karena dalam program tersebut saya bisa bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan berbagai Negara,” kata Pepen kepada menara62.com, Kamis (5/9/2019).

Kebanggaan Pepen memang beralasan. Sebab selain berkesempatan berkenalan dengan mahasiswa dari berbagai Negara, Pepen juga memiliki kesempatan mengenal Malaysia, berkomunikasi dengan penduduk Malaysia dan yang paling penting bisa menjajal kemampuan komunikasi baik melalui bahasa Melayu maupun bahasa Inggris.

pepen
Fendriano Mafrandana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) terpilih sebagai peserta program ASEAN Students Volenteer Mission tahun 2019. (ist)

“Saya membawa nama baik kampus UHAMKA dan juga yang pasti Negara Indonesia,” tambah mahasiswa yang tinggal di Jalan Cipinang Lontar, Jatinegara, Jakarta Timur tersebut.

Keikutsertaan Pepen dalam program ASEAN Students Volenteer Mission tersebut bermula dari penampilannya saat mengisi acara Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia. Usai menyanyi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah III Prof Illah Sailah memberikan informasi sekaligus mengajak ikut serta dalam program ASEAN Students Volenteer Mission tersebut.

“Saya tidak memiliki alasan apapun untuk menolak tawaran bagus tersebut. Makanya saya langsung menerima,” lanjut Pepen.

Bersama mahasiswa dari berbagai Negara, Pepen yang lahir di Jakarta, 20 Juli 1998 tersebut bergabung dalam Education Cluster karena pengalamannya dibidang budaya. Mereka bertugas membantu masyarakat yang ada di desa pedalaman di Sarawak Malaysia mulai dari education sampai menyelesaikan community development.

Pepen memang sangat mahir menyanyi dan menari. Kemahirannya tersebut dibuktikan saat bertugas di pedalaman Sarawak, Malaysia. Lagu Indonesia Jaya dan tarian Lenggang Nyai dari Betawi yang dibawakan pada kegiatan tersebut memukau peserta dari berbagai Negara dan penduduk setempat. Ia berkolaborsi dengan Rachel, salah seorang perwakilan dari Kalbis Intsitute.

Tak hanya berkesempatan unjuk kebolehan, Pepen juga banyak belajar selama bertugas di Serawak. Baik belajar antar sesama mahasiswa peserta program maupun dengan masyarakat sekitar.

Kegiatan ASEAN Students Volenteer Mission 2019 tersebut berlangsung 15 Agustus hingga 3 September 2019. Sebelum memulai misi yang akan dijalankan, Pepen bersama peserta lain mengikuti masa pre-departure training yang digelar di Everly Hotel Putra Jaya, Malaysia.

Kini program tersebut telah berakhir. Pepen dan juga peserta lain sudah kembali ke masing-masing Negara dan perguruan tinggi. Tetapi ada tugas yang akan terus diembannya yakni menyebarkan semangat perdamaian dunia, dimanapun Pepen berada.

pepen
Fendriano Mafrandana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bangga membawa nama Indonesia (ist)

“Saya ingin menjadi manusia yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Negara. Saya ingin selalu menepuk dada, bangga menjadi bagian dari Indonesia tercinta,” tutupnya.

ASEAN Students Volunteer Mission diselenggarakan oleh Yayasan Sukarelawan Siswa (YSS). YSS sendiri bertujuan untuk menyatukan sepuluh negara anggota ASEAN dan China dalam meningkatkan interaksi antar warga, mobilitas dan memperkuat hubungan di ASEAN.

Kegiatan tersebut sejalan dengan aspirasi komunitas Sosial Budaya ASEAN yang mendorong kesukarelaan, serta berfokus pada pengembangan kapasitas. Dimana relawan mahasiswa ASEAN dan Cina dilatih secara fisik dan mental melalui penerapan konsep meleburkan diri bersama masyarakat mulai dari urusan makan, minum dan berbagai aktivitas lainnya.

Para mahasiswa peserta ASEAN Students Volunteer Mission datang dari semua latar belakang etnis, agama dan beragam disiplin ilmu. Mereka menjalani pembelajaran berdasarkan pengalaman di mana mereka akan mengembangkan keterampilan yang berharga seperti kerja tim, kepemimpinan, perencanaan proyek, manajemen waktu, keterampilan manajemen krisis dan bencana, meningkatkan tingkat adaptasi mereka, keterampilan lunak dan proaktif.

Pada tahun ini, Indonesia berpartisipasi menyukseskan kegiatan ASEAN Students Volunteer Mission dengan mengirimkan 12 mahasiswa dari berbagai universitas, satu diantaranya adalah Pepen, mahasiswa semester 7 UHAMKA.

Selamat ya Pepen, semoga peluang yang kamu peroleh menjadi sukarelawan ASEAN, juga bisa diraih teman mahasiswa lainnya. Terutama mahasiswa UHAMKA.