irn
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang berfoto para mahasiswa pemenang IRN 2018/2019

JAKARTA, MENARA62.COM – Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, akhirnya 63 proposol penelitian dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan bantuan dana riset dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun 2019/2020. Proposal penelitian tersebut berasal dari mahasiswa 45 universitas baik negeri maupun swasta di Indonesia.

Usai menyerahkan bantuan dana riset IRN tersebut Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk menyebutkan program IRN telah memberikan akses yang lebih baik bagi mahasiswa untuk melakukan peneltian yang bermutu.

“Adakalanya obyek penelitiannya bagus, tetapi karena tidak didukung biaya maka akhirnya penelitian tidak optimal,” kata Franciscus, Rabu (11/9/2019).

Karena itulah Indofood memberikan fasilitas berupa banatuan dana riset bagi mahasiswa. Tentunya riset yang mendapatkan bantuan pembiayaan merupakan riset pangan yang kreatif, inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Diakui Franciscus, selama 22 tahun berkiprah, program IRN telah menghasilkan lebih dari 1.200 penelitian dibidang pangan. Dari ribuan hasil penelitian tersebut sebagian sudah dimanfaatkan Indofood, sebagian dimanfaatkan masyarakat dan perusahaan lain.

Franciscus mengaku para peneliti adalah orang-orang penting bagi Negara. Sebab melalui penelitian maka ilmu pengetahuan dan teknologi dapat terus berkembang.

Sayangnya, perhatian pemerintah terhadap para peneliti kurang bagus. Akibatnya banyak peneliti potensial lari atau diambil oleh Negara lain.

“Saya pikir ada yang salah ketika peneliti kurang dikenal, harusnya mereka lebih dihargai,” lanjut Franciscus.

irn
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang menyerahkan bantuan dana riset program IRN kepada mahasiswa.

Menurutnya selama penghargaan terhadap peneliti masih rendah maka jumlah penelitian dan orang yang mau terjun menjadi peneliti tentu akan sangat rendah. Jika kondisi seperti ini dibiarkan terus, Indonesia akan sulit untuk maju.

Franciscus mengatakan Indofood melalui program IRN terus berupaya menggali potensi-potensi pangan local melalui tangan-tangan peneliti muda. Dari penelitian tersebut, sebagian diambil oleh Indofood untuk menambah diversifikasi produk pangan olahan, meski jumlahnya belum banyak.

“Intinya program ini adalah mendorong mahasiswa untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan mengidentifikasi potensi pangan yang ada untuk dijadikan pangan unggulan,” tambahnya.

Sementara itu, Suaimi Suriady, Ketua Program IRN menjelaskan jumlah proposal yang masuk 318. Setelah melalui seleksi, akhirnya 212 proposal dinyatakan lolos. Lalu setelah melalui penilaian lebih lanjut, akhirnya tim juri memilih 63 proposal yang dinilai layak mendapatkan bantuan dana riset.

IRN itu sendiri merupakan program CSR pilar building human capital yang terbuka bagi mahasiswa S1 yang tengah menyelesaikan tugas akhirnya. Obyek penelitian adalah sumber daya pangan local berasal dari darat atau laut dengan bidang antara lain produksi (agro teknologi), teknologi (pasca panen dan pengolahan), kesehatan dan gizi masyarakat serta bidang social ekonomi dan budaya.

Ketua Tim Pakar IRN, Prof Purwiyatno Hariyadi berharap hasil-hasil penelitian mahasiswa melalui program IRN dapat menginspirasi dan berkontribusi pada pengembangan system pangan dan diversifikasi pangan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis komodisti local.

Para mahasiswa pemenang IRN tersebut selanjutnya akan mengikuti pelatihan, mendapatkan bimbingan di lapangan, konsultasi terkait penelitian dan pada akhirnya tim juri akan menentukan 3 karya terbaik.