SDM 1 Kreasso at 22.33.28
Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan beraksi di panggung Kreasso

SOLO, MENARA62.COM – Membawakan kisah Dasaangkara, penampilan dalang cilik Gibran Maheswara, siswa SD Muhamamdiyah 1 Ketelan berhasil memukau pengunjung Pre Event Kreasso atau Kreatif Anak Sekolah Solo, Rabu malam (11/9/2019). Event yang berlangsung di Solo Grand Mall tersebut mengambil tema  “Manunggalang Kawula Anggayuh Aruming Bangsa”.

Bersama 22 siswa lainnya, Gibran mencoba membawakan kisah tentang keangkaramurkaan yang ditebarkan sang Dasamuka atau Rahwana. Tokoh pewayangan berujud raksasa tersebut digambarkan sebagai tokoh yang murka. Kemurkaan yang telah tertanam dalam pemikirannya, kedua telinganya, kedua matanya, kedua lubang hidungnya (pernafasannya), lidahnya, taringnya, tenggorokannya.

Sayangnya, Rama, tokoh pewayangan yang digambarkan sebagai duta keadilan dan kebenaran pun tak kuasa membunuh keangkara murkaan sang Rahwana. Pada akhinra Hanoman yang berbentuk kera putih yang berhasil mengubur hidup-hidup Rahwana dengan gunung.

“Makna dari fragmen Sang Dasa Angkara yaitu, bahwa nafsu angkara tak dapat dibunuh, tetapi kita hanya bisa mengendalikan dengan kerendahan hati bahwa semua yang terjadi atas kehendak Allah Sang Penguasa langit, bumi beserta isinya,”ujar Pembina Ekstrakurikuler Agung Sudarwanto, M.Sn di sela-sela kemeriahan acara.

Agung menambahkan, dengan adanya fragmen Sang Dasa Angkara diharapkan siswa lebih meningkatkan beribadahnya dalam rangka pengendalian diri menuju insan bertaqwa, berbudaya dan berkemajuan.

Ia pun berharap, Kreasso dapat terselenggara secara rutin. Sebab event ini menjadi satu-satunya event yang menyajikan teater tradisional dalam bentuk fragmen wayang kulit.

“Siswa kami siap mengawal Kota Solo sebagai Kota Budaya melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” lanjutnya.

Dalang cilik SD Muh 1 saat diinterview oleh MC

Arni Ferra Sinatra, salah seorang pengunjung, mengaku terhibur dengan pertunjukan yang dibawakan peserta didik Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

“Bangga ada anak kekinian yang mau mempelajari, melestarikan budaya tradisional walaupun tergerus oleh zaman modern, untuk anak-anak tingkat SD, pertunjukan seperti ini sudah sangat bagus dan luar biasa karena di sajikan secara live,”ujar Arni.

Sementara itu, Jatmiko, wakil kepala sekolah bidang Humas mengatakan bahwa keikutsertaan di Kreasso 2019 merupakan etalase capaian pelajar berprestasi sekolah.

“Kreasso merupakan etalase capaian prestasi sekolah, karena di SD Muh 1 ada 30 ekstrakurikuler implementasi dari sekolah pendidikan karakter,” pungkasnya.