Jemaah Haji Sakit Diprioritaskan Pulang Lebih Awal
Sejumlah jemaah sakit yang dirawat di KKHI Makkah siap diberangkatkan safari wukuf beberapa waktu lalu.

MADINAH, MENARA62.COM – Masa operasional haji hampir usai. Lebih dari 175 ribu jemaah Indonesia yang berasal dari 448 kloter telah kembali ke tanah air. Sisanya sebanyak 81 kloter akan terus dipulangkan secara bertahap hingga 16 September 2019 mendatang.

Hingga Kamis (12/9/2019) tercatat 174 jemaah haji mengikuti program tanazul akibat sakit yang dideritanya. Baik tanazul awal maupun tanazul akhir.

Dikutip dari laman sehatnegerikui, 109 jemaah haji yang mengikuti tanazul dipulangkan dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sedang 65 jemaah lainnya melalui Bandara Amir Mohammaed bin Abdulaziz Madinah.

Tanazul dan evakuasi jemaah haji merupakan bentuk upaya Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji sakit yang berada di Arab Saudi.

“Mohon doanya agar semua proses pemulangan berjalan lancar semoga jemaah haji sakit dapat kembali ke tanah air berkumpul dengan keluarganya yang telah menunggu di sana,” kata Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, di Jakarta.

Umumnya dari jemaah haji yang ditanazulkan termasuk ke dalam kelompok risiko tinggi karena sudah lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan sejak dari tanah air. Sebanyak 79 orang (45,4%) diantaranya berusia lebih dari 70 tahun. Yang berusia antara 60-70 tahun sebanyak 50 orang (28,7%). Selebihnya berumur di bawah 60 tahun, 45 orang (25,9%).

“Kebanyakan yang sakit memang usianya di atas 70 tahun, jadi memang kelompok risiko tinggi,” ujar Eka.

Jemaah haji yang dievakuasi dan ditanazulkan dipastikan dalam kondisi stabil. Selama perjalanan, mereka disertai dengan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan. Mereka juga didampingi oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Sesampainya di tanah air, jemaah yang bersangkutan akan diperiksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan sebelum dikembalikan ke daerah asalnya.