Mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif usai bertemu Presiden Jokowi di istana kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/9/2019). (Foto: Antara)

JAKARTA, MENARA62.COM – Usia Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi jilid I tinggal sekitar sebulan lagi berakhir. Untuk menjalankan roda pemerintahan periode lima tahun kedua, Jokowi tengah menggodok formasi kabinet baru, di antaranya meminta pendapat mantan ketua umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Buya Syafii diundang bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (19/9/2019) siang. “(Pertemuan) soal menteri, pilih kabinet yang bagus, yang betul-betul, dari partai juga boleh… Tapi, orang yang profesional, punya integritas… Itu saja!” ungkapnya.

Sosok ideal untuk menjadi menteri, menurut Buya Syafii, adalah yang diketahui integritas, kompetensi, dan profesionalismenya oleh presiden. “Dari partai tidak apa-apa, tapi yang setia kepada presiden, jangan yang bikin kacau,” imbuhnya.

Sebelumnya, seperti ditulis Antara, Jokowi sempat mengatakan bahwa komposisi kabinetnya adalah  55 persen dari profesional dan 45 persen dari partai (55 : 45). Namun, ditegaskan pula bahwa penentuan anggota kabinet adalah hak prerogatifnya sebagai presiden.