Hanif Dhakiri (kiri) dan Imam Nahrawi (kanan)

JAKARTA, MENARA62.COM – Presiden Jokowi memilih Menteri Tenaga Kerja (Menker) Hanif Dhakiri untuk merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ia menggantikan Imam Nahrawi, sohibnya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang mundur menyusul status tersangka suap Rp26,5 miliar yang disematkan KPK.

“Ini tadi Presiden menandatangani Keppres Pemberhentian Imam Nahrawi sebagai Menpora dan mengangkat saudara Hanif Dhakiri menjadi Plt Menpora,” ungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

Menurut Pratikno, terdapat beberapa pertimbangan dalam pemilihan Hanif sebagai Plt Menpora. Salah satunya, alasan politik: Hanif dan Imam sama-sama dari PKB.

Bagi Hanif sendiri, siap pelaksanakan tugas rangkap jabatan. “Tentu ini perintah Presiden, akan saya jalankan,” katanya, di sela Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019), seperti dikutip Antara.

Tugas tambahannya itu, bagi Hanif, bukan hal baru. Sebab, sebelumnya, saat Imam Nahrawi menjalankan ibadah haji, ia sempat menjadi pelaksana tugas Menpora.
Hanif akan melihat program kerja yang dibuat Imam di Kemenpora. “Nanti akan dilihat dulu. Tapi ini kan sebulan lagi, jadi (mungkin) tidak ada kebijakan yang strategis,” katanya.

Di sisi lain, Hanif mengaku sedih atas persoalan yang dihadapi Imam Nahrawi. Pasalnya, mantan Menpora itu merupakan sahabatnya dan baginya Imam Nahrawi merupakan orang yang baik.

“Kalau ditanya soal hati, tentu saya sangat sedih ya. Menpora (Imam) itu sahabat saya, beliau juga orang baik,” kata Hanif, yang segera menemui Imam Nahrawi di rumah dinasnya, beberapa saat setelah KPK mengumumkan status tersangka pada Rabu (18/9/2019).