karhutla
Seorang tenaga kesehatan sedang membantu warga mengenakan masker (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Dinas Kesehatan Kalimantan Barat siagakan 21.696 tenaga kesehatan untuk menangani penderita ISPA akibat bencana Karhutla yang terus meningkat. Puluhan ribu pertugas kesehatan tersebut tersebar di 244 Puskesmas, 48 rumah sakit dan pos kesehatan.

Berdasarkan laporan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, jumlah penderita ISPA dari tanggal 1- 19 September 2019 mencapai 20.890 orang.

Dikutip dari laman sehatnegeriku Jmat (20/9/2019), Dinkes Kalbar juga telah menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 yang untuk sementara ini ada di Kabupaten Sambas. Ruang aman asap juga disediakan bagi masyarakat, ada 7 ruang tanpa asap di Kota Pontianak yang dilengkapi dengan AC dan air purifier, serta mendirikan rumah oksigen.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes drg. Widyawati mengatakan tim Dinkes memberikan pelayanan kesehatan pada penduduk terdampak dan kepada petugas pemadam Karhutla. Dinkes bahkan telah mendistribusikan logistik kesehatan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta pembagian masker kepada masyarakat.

“Tim Kementerian Kesehatan akan memobilisasi tim kaji cepat kesehatan tanggal 18-21 September untuk melakukan pendampingan kepada Dinkes Kalimantan Barat. Tim Kemenkes juga melakukan promosi kesehatan melalui website dan media sosial, melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Kalbar,” ucapnya.

Untuk mencegah warga terserang ISPA, Dinkes Kalbar juga menyediakan mobil oksigen dari Unit Pelaksana Teknis Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kalbar.

“Bantuan masker juga telah didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 24.500 pcs, sedangkan yang sudah dibagikan bidang pelayanan kesehatan ke masyarakat sudah 10 ribu pcs,” tambah drg. Widyawati.