FSR IKJ
Keterangan pers terkait event CiFFest dan Animakini 2019 yang digelar FSR IKJ, Jumat (20/0/2019)

JAKARTA, MENARA62.COM – Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (FSR-IKJ) bekerjasama dengan Bekraf Creative Labs (BCL) kembali menggelar kegiatan Animasi Cikini (Animakini) dan Cikini Fashion Festival (CiFFest), Jumat (20/9/2019). Dua kegiatan yang dilangsungkan bersamaan di area Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat tersebut menjadi bagian dari dukungan IKJ terhadap industry kreatif di Indonesia.

Dalam siaran persnya, Dekan FSR IKJ Dr Indah Tjahjawulan menjelaskan dua even tersebut menjadi bagian dari dukungan IKJ terhadap pengembangan industry kreatif di Indonesia.

“Kami mencoba mewadahi para pelaku kreatif agar terbangun sinergi baik stakeholder maupun pelaku dalam ekosistem industri kreatif sub sektor animasi dan subsektor fashion. Mulai dari sekolah, kampus, pusat kursus, UKM, hingga industri besar,” kata Indah.

Menurut Indah, dua sektor kreatif tersebut kini menjadi garapan serius pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Karena itu seyogyanya kalangan akademisi yang melahirkan tenaga-tenaga professional dibidang kreatif termasuk FSR-IKJ perlu secara aktif ambil bagian dalam upaya-upaya tersebut.

Mengambil tema Eksplorasi Kekayaan Nusantara, event CiFFest 2019 itu sendiri terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari seminar nasional, kompetisi penulisan ilmiah hingga Flash Mob Dance  #IKJberkebaya.

Indah menjelaskan seminar nasional CiFFest yang menghadirkan sejumlah pembicara penting dan pelaku industry fashion seperti Anne Avantine diharapkan dapat memberikan masukan kepada peserta bagaimana menghargai para pendukung industry fashion baik itu pengrajin, pekerja maupun masyarakat sekitar.

“Kita coba untuk lebih menggali potensi kekayaan Nusantara yang dapat dieksplorasi guna kemajuan fashion di Indonesia,” jelasnya.

Sementara terkait kegiatan Animakini 2019, Indah mengatakan bahwa Animakini merupakan kegiatan yang memfokuskan pada hasil riset dan pengembangan animasi di Indonesia terkait dengan dunia akademik untuk mendukung kemajuan industri animasi Indonesia. Kegiatan Animakini 2019 diisi dengan sejumlah seminar antara lain seminar akademik, seminar utama  dan seminar industri yang menampilkan sejumlah pembicara penting baik dari kalangan akademisi, pelaku industry animasi maupun pemerintah.

Selain seminar, Animakini juga menggelar kompetisi animasi sebagai tugas akhir mahasiswa dan pelajar. Kompetisi tersebut diikuti oleh 65 peserta.

“Animakini 2019 mencoba mewadahi karya animasi tingkat pelajar dan mahasiswa sehingga bisa mengumpulkan hasil karya dari berbagai sekolah dan kampus di seluruh Indonesia,” lanjut Indah.

Harapannya, dengan adanya lomba karya animasi bisa menjadi daya tarik untuk bekerjasama dengan stasiun TV atau institusi terkait publikasi. Selain itu diharapkan hasil riset pemakalah bisa menjadi rujukan dalam riset dan pengembangan animasi dan pengembangan animasi akademik untuk kebutuhan industry. Ini disebabkan dari dunia industri animasi bisa memberikan transfer ilmu ke generasi dunia pendidikan baik di tingkat sekolah maupun perguruan Tinggi.

Sementara itu, Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, memaparkan ada 16 subsektor dalam ekonomi kreatif yang terus dikembangkan. Untuk subsektor prioritas diantaranya adalah film, animasi, video aplikasi & game musik, sedangkan untuk  subsektor unggulan terdapat kuliner fashion dan kriya.

Kemudian, subsektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah TV & Radio, Seni Pertujukan, Film, Animasi, Video Aplikasi & Game DKV. Bahkan, dalam statistik ekonomi kreatif; kontribusi film, animasi & video terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif telah berkontribusi sebesar 0,18% atau senilai Rp1,808 triliun.

Sedang untuk fashion, masuk dalam kelompok sub sektor unggulan ekonomi kreatif bersama kuliner dan kriya. Pada tahun 2017 industri fashion telah berkontribusi sebanyak 17,68% atau Rp174,8 triliun terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif dan produk yang dihasilkan diantaranya pakaian siap pakai, sepatu olahraga, alas kaki dan lainnya.