Menristekdikti Mohammad Nasir. (ist)
Menristekdikti Mohammad Nasir. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan industri pariwisata, termasuk perhotelan dan kuliner masih membutuhkan banyak lulusan diploma atau vokasi yang bisa langsung bekerja.

“Pemetaannya sampai sekarang tenaga terampil di bidang perhotelan masih terbatas. Di Labuan Bajo misalnya, masih kurang. Di Jogja masih kurang. Bali yang begitu besar, bidang perhotelan masih kurang. Ternyata permintaan cukup tinggi, tapi yang profesional. Apakah itu untuk menjadi tour guide-nya, untuk hospitality di perhotelannya, untuk kulinarinya,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat Seminar Politeknik Jakarta Internasional di Hotel Borobudur Jakarta pada Jumat (4/10).

Menristekdikti mengungkapkan sarjana terapan atau lulusan pendidikan vokasi di bidang pariwisata memiliki kelebihan dibanding sarjana atau lulusan pendidikan akademik, yaitu dapat bekerja tanpa membutuhkan banyak pelatihan.

“Kalau rekrutmen pegawai dari sarjana tidak bisa langsung diterapkan menjadi pegawai, harus dididik dulu,” ungkap Menristekdikti setelah menyerahkan Surat Keputusan Perubahan Sekolah Tinggi Jakarta International Hotels School menjadi Politeknik Jakarta Internasional.

Dalam kesempatan ini, Menristekdikti menyampaikan di tahun 2019 program Revitalisasi Pendidikan Vokasi, yang mencakup memberikan beasiswa ‘retooling’ di dalam dan luar negeri mulai akan merambah fokus ke bidang pariwisata setelah sebelumnya terkait dengan bidang teknik.

“Kita perluas. Tahun kemarin mekanik sudah ada. Perhotelan belum digalakkan, harus kita munculkan. Berikutnya di bidang kulinari. Pokoknya menuju pada pariwisata. Tourism harus kita dorong. Program studi tertentu yang dulu belum masuk revitalisasi kita masukkan,” ungkap Menristekdikti.

Dalam kesempatan ini turut hadir Direktur Pengembangan Perguruan Tinggi Ridwan, Pendiri Artha Graha Group (AGG) Tomy Winata, Direktur Hotel Borobudur James Costa, Direktur Politeknik Jakarta Internasional Taufik Hidayat, serta para dosen dan mahasiswa Politeknik Jakarta Internasional.