anugerah budaya
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud nadjamuddin Ramly saat jumpa pers anugerah kebudayaan 2019

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 59 pegiat kebudayaan baik perorangan maupun komunitas akan menerima Anugerah Kebudayaan dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019. Selain itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan memberikan penghargaan khusus untuk lima orang maestro seni tradisi tari.

Penghargaan itu akan diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada Kamis (10 Oktober 2019) di Istora Senayan.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Nadjamuddin Ramly mengatakan pemberian anugerah kebudayaan menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan pemeirntah kepada para pegiat budaya.

“Mereka tidak hanya menjadi pelaku seni dan budaya, tetapi sekaligus menjadi pelestari. Kontribusi mereka terhadap kelestarian kebudayaan Indonesia amat besar,” kata Nadjamuddin, Selasa (8/10/2019).

Sementara itu untuk penghargaan Maestro Seni Tradisi diberikan kepada maestro yang telah menjadi teladan masyarakat untuk melestarikan budaya. Lima maestro yang akan menerima penghargaan antara lain Usman Lajanja (Sulawesi Tengah), Gustaf Bame (Papua Barat), Warsad Darya (Jawa Barat), Maryam (Jambi) dan Usman (Kalimantan Barat).

Nadjamuddin mengatakan nilai-nilai yang bersifat positif ini memiliki dampak strategis terhadap pelestarian kebudayaan yang mencakup perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan.

Anugerah tersebut kata Nadjamuddin menjadi tanda pemerintah menghargai mereka yang tetap memelihara dan mengembangkan kebudayaan Indonesia agar terap mengakar dengan cara menghargai tokoh Indonesia yang konsisten dan berkontribusi secara aktif.

Adapun rincian anugerah tersebut, untuk kategori Gelar Tanda Kehormatan dari Presiden diberikan kepada 13 orang, terdiri atas Bintang Mahaputera 2 orang, Bintang Budaya Parama Dharma 3 orang dan Satyalancana Kebudayaan 8 orang. Selain itu diberikan pula anugerah Pencipta dan Pelopor kepada 10 orang, Pelestari 10 orang, Anak dan Remaja 5 orang, Maestro Seni Tradisi 5 orang, Pemerintah Daerah 5 orang, Komunitas 7 orang dan Perorangan Asing 4 orang