Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad (13/10/2019) malam. ( ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

JAKARTA, MENARA62.COM — Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengundang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam jamuan makan malam di Jakarta, Ahad (13/10/2019). Dua kubu yang bermusuhan dalam Pilpres 2019 ini bernostalgia tentang persahabatan masa lalu dan akhirnya membuat tiga kesepakatan politik yang membuat mereka rujuk.

Usai pertemuan menjelang tengah malam, Prabowo dan Paloh tampil di hadapan wartawan untuk mendengarkan Sekjen Nasdem Johnny G Plate membacakan butir-butir kesepakatan yang mereka buat. Begini isinya:

Pertama, pemimpin partai politik sepakat untuk memperbaiki citra parpol dengan meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan lain. Dan, menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan serta menjaga keutuhan bangsa.

Kedua, pemimpin parpol sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme berdasar paham apapun yang dapat merongrong ideologi Pancasila dan konsensus dasar kebangsaan.

Ketiga, pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh, yang menyangkut kebutuhan tata kelola negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Surya Paloh atas undangan silaturahmi kebangsaan itu. Paloh dianggapnya sebagai sahabat lamanya dari kecil.

Dia juga menghormati kehadiran seniornya dalam pertemuan itu, yakni Ketua Dewan Pembina Nasdem Siswono Yudo Husodo. “Kami ini hubungan sudah lama, bersahabat. Kadang-kadang juga berbeda. Kadang-kadang berseberangan. Tetapi dalam suasana cinta tanah air, kita satu,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan Gerindra dan NasDem sama-sama mencintai bangsa Indonesia. Dia mengaku dalam pertemuan itu menemukan titik persamaan yang baik.

“Kita tidak ingin Indonesia rusak, kita tidak ingin negara kita terpecah belah, dan kita sepakat menjaga keutuhan dan kesatuan nasional. Dan, kita sepakat untuk menempatkan kepentingan nasional di atas segala kepentingan,” kata Prabowo.

Sementara Surya Paloh menyampaikan bahwa dirinya dan Prabowo menghendaki Indonesia maju. Persahabatannya dengan Prabowo dijadikannya modal besar untuk membangun kehidupan kebangsaan.

“Jadi betapa saya harus bersyukur dan terima kasih, Mas Prabowo datang ke rumah sebagai sahabat, ketua umum Gerindra, jadi pasti banyak bercandanya. Itu pasti,” kata Paloh, pendukung fanatik Presiden Jokowi, seperti dikutip Antara.