Rapat Koordinasi Tim TMC yang diselenggarakan di Posko TMC Sumsel di area Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Kamis (17/10/2019

PALEMBANG, MENARA62.COM – Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Sumatera Selatan tetap dilanjutkan hingga akhir Oktober 2019. Status siaga darurat dapat diperpanjang jika kondisi kebakaran hutan dan lahan belum pulih.  Sementara itu, BPPT juga mengusulkan  diberikan penghargaan kepada tim TMC Nasional .

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Tim TMC yang diselenggarakan di Posko TMC Sumsel di area Lanud  Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Kamis (17/10/2019). Rakor dihadiri  Deputi Kepala Bidang TPSA BPPT Yudi Anantasena, Kepala Balai Besar TMC Tri Handoko Seto, F.Roring, Wakil Komandan Satgas Karhutla, Heri Sutrisno Danlanud SMH, Iyan Rusdiyan Kadisops.

Selain itu juga dihadiri Iriansyah,  Kalaksa BPBD Sumsel, Tri Agus Pramono,  Kepala Stasiun Meteorologi Palembang, M.Fadli  Kasubbid Prediksi Cuaca BMKG serta Sonny Septiono Dansatgas Karhutla Sumsel (Danrem).

“Teknologi Modifikasi Cuaca di Sumsel akan dilanjutkan hingga akhir Oktober. Namun, tidak tertutup kemungkin berlanjut bergantung kondisi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar TMC  BPPT di Palembang dalam siaran persnya Jumat (18/10/2019).

Wilayah Sumsel, lanjut Tri Handoko Seto, memang diprediksikan baru memasuki musim penghujan pada dasarian pertama  November. Penerapan TMC akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Hingga Rabu sore (16/10), menurut Koordinator Lapangan  BBTMC Dwipa W. Soehoed, laporan kejadian hujan di wilayah Sumatera Selatan terjadi di Pangkalan Lampan , Ogan Komering Ulu, Prabumulih , Gandus , Stamet Palembang , Sembawa ), Tugu Mulyo , Tanjung Lago , Sungai Lilin, dan  Muara Padang .

Sedangkan hujan di wilayah Jambi terjadi di Kumpeh Ulu, Staklim Muaro Jambi , PTPN VI Muaro Jambi , Pauh Sarolangun, Merlung , Tanjung Jabung Barat, Pelepat ilir, dan Tebo Ulu .

“Upaya TMC adalah mempercepat dan menambah intesitas hujan alami khususnya agar jatuh membasahi  wilayah hotspot,” ujar Dwipa.

Info hotspot data LAPAN pukul 17:00 WI kemarin (level confidence > 80%) di Kab.Ogan Komering Ilir 27, Kab.Banyuasin 7,  Kab.Musi Banyuasin 3,  Kab.Penukal Abab Lematang Ilir 1 dan  Kab.Empat Lawang 1 titik panas.

Deputi Kepala Bidang TPSA BPPT Yudi Anantasena mengusulkan agar tahun depan TMC bisa dilakukan untuk mencegah karhutla dengan membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar. Pencegahan karhutla jauh lebih efektif khususnya TMC dilakukan sejak awal tahun untuk membasahi lahan dibanding penanggulangan yang membutuhkan penanganan dari darat dan udara yang memakan biaya lebih besar..

Yudi Anantasena juga menyampaikan apresiasi kepada semua mitra TMC BPPT yaitu TNI, BMKG, BNPB, BPBD dan lainnya  yang telah bekerja sama sehingga TMC karhutla di Sumatera Selatan khususnya dan Sumatera Kalimantan berhasil  secara bertahap mengatasi kabut asap. Penghargaan juga atas kerja keras Danlanud, Danrem, BPBD, dan semua jajaran yang sangat concern dalam melakukan upaya penanggulangan karhutla maupun atensinya yang luar biasa terhadap kelangsungan operasi TMC.

Yudi juga meminta semua tim untuk terus bekerja keras memanfaatkan potensi pertumbuhan awan yang cukup baik dalam beberapa hari mendatang. Agar masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal dan situasi bernegara juga menjadi lebih tenang, ujarnya.

Penghargaan bagi Tim TMC 

Rakor juga mengusulkan  agar masing-masing instansi memberikan penghargaan kepada semua staf yang terlibat aktif dalam operasi TMC. Tim TMC bekerja dengan penuh dedikasi dan telah berbulan-bulan bekerja menantang bahaya. BPPT juga akan mengusulkan kepada pimpinan tertinggi negara untuk memberikan penghargaan kepada tim TMC Nasional, pungkas Yudi Anantasena.