dikbud
Mendikbud Muhadjir Effendy (tengah) berfoto bersama Ketua Fortadik Syarief Oebadillah (kiri) dan Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi

JAKARTA, MENARA62.COM – Jelang purna tugas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mendapat hadiah kenang-kenangan berupa buku berjudul Muhadjir Effendy Di Mata Jurnalis. Buku tersebut ditulis oleh jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik). Isinya berupa cerita-cerita berkesan masing-masing jurnalis Fortadik selama meliput Mendikbud Muhadjir Effendy.

Buku tersebut diserahkan oleh Ketua Fortadik Syarief Oebadillah kepada Mendikbud dan Sekjen Didik Suhardi pada taklimat media Catatan Kinerja Mendikbud 5 Tahun, Sabtu (19/10/2019).

Dalam sambutannya, Mendikbud mengucapkan terimakasih atas kenang-kenangan buku tulisan para jurnalis. Buku tersebut diakui membangunkan kenangan saat ia menjadi wartawan puluhan tahun lalu.

“Dulu menjadi wartawan itu amat sulit. Lima tahun saya menjadi wartawan, belum bisa menjadi anggota tetap PWI. Tetap menjadi calon anggota. Sekarang lebih mudah karena wartawan tidak harus masuk anggota PWI,” kata Muhadjir.

Meski pernah menjadi wartawan, saat menduduki jabatan sebagai menteri, Muhadjir mengaku ternyata tidak mudah menghadapi wartawan.

“Karena tulisan wartawan, saya beberapa kali kena bully. Wartawan salah kutip saya jadi korban bully,” lanjut Mendikbud.

Adakalanya program yang sudah dirancang sebaik mungkin dengan tujuan yang bagus, justeru menimbulkan penolakan masyarakat, timbul pro dan kontra. Apalagi kalau wartawan salah mengutip atau salah memahami kebijakannya.

“Saya sering dibully, acapkali karena kebijakannya sendiri atau ada juga yang wartawannya salah kutip. Tapi nggak apa-apa, saya tambah pengalaman saja,” kata Mendikbud setengah bercanda.

Menurut Mendikbud kedepan Kemendikbud akan memegang peranan vital pada kepemimpinan Presiden Jokowi periode kedua. Sebab visi membangun SDM Indonesia unggul salah satunya bisa dilakukan melalui pendidikan.

“Saya melihat Kemendikbud ke depan semakin vital dan strategis untuk mendukung visi membangun SDM Indonesia unggul,” kata Mendikbud.

Karena itu Muhadjir berharap program pendidikan yang sudah berjalan dengan baik dapat dilanjutkan oleh Mendikbud yang akan datang. “Yang kurang tentu harus diperbaiki,” lanjutnya.

Mendikbud bercerita selama 3 tahun menjabat sebagai Mendikbud, banyak pengalaman diperoleh baik terkait kerja di lapangan, penyusunan program hingga kerjasama dengan lintas sektor dalam membangun pendidikan di tanah air. Pengalaman tersebut memperkaya wawasan dan pengetahuannya sebagai seorang dosen.

“Pengalaman adalah guru terbaik saya dan nanti saya akan menjadikan pengalaman saya selama menjadi menteri sebagai bahan ajar kepada mahasiswa,” jelas Mendikbud.

Tetapi intinya, menjadi Mendikbud dimana selama itu ia banyak turun ke lapangan, memberikan pembelajaran baru, betapa tidak mudah menyelesaikan problem pendidikan di lapangan. Pun teori yang sampaikan saat ia menjadi dosen, ternyata juga tak mudah menerapkan di lapangan.

Diakhir paparannya, Mendikbud menitipkan 4 program yang harus dilanjutkan oleh Mendikbud yang akan datang. Ke-4 program tersebut adalah penguatan pendidikan karakter di sekolah, percepatan distribusi KIP, melanjutkan revitalisasi SMK dan melanjutkan serta memperluas program zonasi pendidikan.

“Zonasi pendidikan sudah mendapatkan dukungan dari organisasi profesi guru, KPAI dan ombudsman serta lembaga lain. Saya berharap ini dilanjutkan, diperkuat pelaksanaannya di lapangan,” tutup Mendikbud.