JAKARTA, MENARA62.COM — (20/10/2019), Pengamat politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Andriadi Achmad menilai semua pihak saat ini dalam kondisi harap-harap cemas menantikan pengumuman kabinet kerja jilid 2 setelah presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di lantik per 20 Oktober 2019. Sebagaimana komitmen Jokowi akan memberikan ruang 50 persen dari kalangan partai politik dan 50 persen dari kalangan profesional untuk mengisi kabinet kerja lima tahun kedepan.

“Saya kira semua pihak saat ini sedang menunggu pengumuman kabinet kerja jilid 2 pasca pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Tentu, membuat kalangan tertentu dalam kondisi harap-harap cemas, khususnya parpol pendukung Jokowi – Ma’aruf. Tak hanya itu kalangan profesional yang nama-namanya beredar di ranah media sosial juga sedang dalam penantian kepastian bergabung dalam kabinet,” jelas Andriadi Achmad ketika diwawancara.

Seluruh parpol yang lolos atau tidak lolos Parliamantary Threshold (PT) hampir semua merapat dan akan mendapat bagian kekuasaan dari kabinet Jokowi – Ma’ruf, misalnya pendukung dalam pilpres lalu seperti PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, PPP, PSI, PBB, PKPI, Hanura, Perindo dan parpol pendukung Prabowo – Sandi seperti Gerindra dan Demokrat. Sedangkan, PAN dan PKS secara terbuka sudah mendeklarasikan sebagai kekuatan oposisi di luar pemerintahan.

“Semua parpol pendukung akan mendapatkan jatah menteri atau pimpinan lembaga lainnya setingkat menteri. Tak terkecuali, Gerindra dan Demokrat dalam pilpres lalu mendukung Prabowo – Sandi. Hanya PKS dan PAN Istiqomah dijalan oposisi, ada baiknya sebagai penyeimbang sehingga ada chek and balances,” tegas Direktur Eksekutif Nusantara Institute PolCom SRC ini.

Beberapa nama belakangan santer muncul ke permukaan sebagai calon Menteri seperti AHY, Yeni Wahid, Ilham Habibie, Bahlil Lahaladia, Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan tokoh lainnya. Adapun, komposisi sekitar 38 – 40 kementerian akan mengakomodir semua kalangan mulai dari partai politik, profesional, kaum muda milenial, ormas Islam NU-Muhammadiyah, mewakili kewilayahan, dan lain sebagainya.

“Beberapa tokoh belakangan santer disebut-sebut sebagai kandidat menteri di pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin. Prediksi saya semua kalangan akan diakomodir dengan tujuan untuk semakin memperkuat kekuasaan pemerintahan,” ujar Andriadi Achmad.

Sebagaimana lazimnya setelah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, maka langkah berikutnya pengumuman dan pembentukan serta penyusunan kabinet. Titik poin paling dinantikan adalah penentuan dan pembacaan susunan kabinet oleh presiden Jokowi. Oleh karena itu, besar harapan kita bahwa menteri-menteri yang ditunjuk bisa bekerja cepat dan secara profesional dalam rangka mengejar perbaikan khsususnya bidang ekonomi dan reformasi birokrasi.

“Paling dinanti semua kalangan adalah pengumuman kabinet kerja jilid 2. Biasanya beberapa waktu setelah prosesi pelantikan, maka presiden segera mengumumkan susunan kabinet yang sudah difinalkan sebelumnya,” demikian tutup Alumni Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI ini.