Pelantikan dan pengambilan sumpah Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI 2019-2024 di Gedung Nusantara,Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019). KH Ma'ruf AMin juga ikut dilantik sebagai Wakil Presiden. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras).

JAKARTA, MENARA62.COM – Setelah lolos dari tudingan bermain curang secara masif, sistematis, dan terstruktur dalam Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akhirnnya dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019) sore.

Bagi Jokowi, pelantikan presiden kali ini adalah untuk jilid II. Pada periode lima tahun sebelumnya (2014-2019), mantan walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta itu berduet dengan Jusuf Kalla (JK).

Kali ini, sekitar 30 ribu pasukan gabungan TNI/Polri melakukan pengamanan superketat di seputar lokasi pelantikannya. Akses jalan bagi masyarakat umum banyak ditutup di sekitar Kompleks Parlemen, termasuk fasilitas publik seperti Stasiun Palmerah yang melarang KRL singgah selama dalam suasana pelantikan Presiden/Wapres.

Pengerahan Pasukan Jin

Aroma klenik juga mewarnai pengamanan acara pelantikan tersebut. Sehari sebelumnya, seorang dukun bernama Ki Sabdo Jagat Royo, melalui tayangan video di dunia maya, menunjukkan sebuah ritual di Kompleks Parlemen. Ia mengklaim telah memanggil pasukan jin kayangan dan dedemit, termasuk tokoh legenda Ratu Pantai Selatan Nyi Loro Kidul dan Nyi Blorong.

Pelantikan pasang Jokowi-Ma’rup berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 1131/PL.02.2-Kpt/06/KPU/IX/2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Diumumkan di Jakarta pada 30 Juni 2019 setelah gugatan kecurangan dan sengketa hasil pilpres dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

KPU menyatakan, Jokowi-Ma’ruf meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah nasional Sementara Prabowo-Sandi meraup 68.650.239 suara (44,50 persen).

Parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf adalah PDIP, PKB, PSI, Hanura, PPP, NasDem, Perindo, dan PKPI. Sementara parpol pendukung Prabowo-Sandi adalah Gerindra, PAN, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.