BANDA ACEH, MENARA62.COM – Sikap intoleransi terus merongrong pemberlakuan syariat Islam di Provinsi Aceh. Aplikasi Google Maps pun disusupi konten pornografi yang menampilkan seorang pria telanjang dengan menampilkan tulisan “protest sharia law” atau protes syariat Islam di telapak tangan kirinya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Komunikasi Informasi RI melalui situs aduankonten.id. “Kami juga melaporkan Google Indonesia ke Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik,” kata Taufiq Alamsyah, kepala Bagian Humas Sekda Kota Banda Aceh, Senin (4/11/2019).

Sebelumnya, warga Aceh resah menyusul munculkan gambar seorang lelaki tanpa pakaian alias telanjang ketika memasukkan kata pencarian Aceh dan Banda Aceh di aplikasi Google Maps. Lelaki tersebut juga menulis protest sharia law di telapak tangan kirinya.

Taufiq Alamsyah menyebutkan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengutuk keras pornografi tersebut dan memerintahkan dinas terkait menindaklanjutinya. “Kami juga meminta pertimbangan ahli hukum,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Google bersifat sumber daya terbuka, maka siapa pun dapat menyumbang konten jenis apapun ke semua fitur layanan. Namun, Google juga memberikan layanan aduan jika konten yang dimuat tidak sesuai dengan norma ataupun aturan berlaku melalui pelaporan masif, sehingga konten yang sudah dimuat bisa dicabut atau dihilangkan.

“Karena itu, Pemkot Banda Aceh mengajak warga aktif melaporkan konten negatif Google maupun aduan ke Kementerian Komunikasi Informasi. Semakin banyak pengaduan, maka akan semakin cepat ditindaklanjuti,” kata Taufiq Alamsyah, seperti dilansir Antaranews.com.