Siswa yang aktif tentu lahir dari guru yang kreatif di dalam pembelajaran. Hal tersebut terungkap ketika diseminasi Program PINTAR Tanoto Foundation

TANJAB BARAT, MENARA62.COM – Siswa yang aktif tentu lahir dari guru yang kreatif di dalam pembelajaran. Hal tersebut terungkap ketika diseminasi Program PINTAR Tanoto Foundation yang diselenggarakan oleh Pengawas SD dengan Pengurus K3S Muara Papalik Tanjab Barat melalui dana mandiri. Pelatihan tersebut berupa praktik baik modul 1 Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) Tanoto Foundation, yakni pembelajaran aktif, budaya baca, manajemen berbasis sekolah (MBS), pemantauan sekolah, dan rencana tindak lanjut (RTL).

Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat, Saparuddin mengatakan guru harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya adalah memberikan pembelajaran aktif kepada para siswa yang tetap mengacu pada kurikulum 2013.

“Kalau diberi nilai 1 – 10, Kec. Muara Papalik sudah berhasil mendapat nilai terbaik, yaitu nilai 10 karena sudah berhasil mendiseminasikan Program PINTAR Tanoto Foundation dengan dana mandiri. Dengan keberhasilan ini, saya juga sudah mendorong Kecamatan lain untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Kec. Muara Papalik,” ujar Saparudin dalam siaran persnya Senin (4/11/2019).

Untuk bisa menghadapi tantangan kedepannya, sambung Saparuddin, maka guru dan kepala sekolah dilatih agar siswa memiliki kompetensi keterampilan dan berkarakter sesuai dengan Program PINTAR Tanoto Foundation seperti di sekolah mitra.

“Sebagai kepala sekolah, harus bisa mengukur kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Keberhasilan suatu pendidikan terletak pada keterampilan kepala sekolah dalam mempraktikkan penyebarluasan praktik baik kepada guru dan diterapkan kepada siswa,” ujarnya.

Sementara itu, pengawas SD Kec. Muara Papalik, Salimin mengungkapkan, Program PINTAR Tanoto Foundation telah mengajarkan bagaimana pembelajaran aktif yang memiliki manajemen berbasis sekolah, disertai budaya literasi dan peran serta masyarakat.

“Setelah pelatihan ini siswa lebih aktif menyampaikan gagasan dan lebih senang belajar. Lalu meningkatkan nilai prestasi yang sejalan dengan karakter siswa agar mampu menyelesaikan semua pembelajaran, kami bersyukur mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation,” pungkasnya. (syaiful bachri)