Para peserta Indonesia-UK Skills for Prosperity Program Launch berfoto bersama. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Indonesia dan Inggris sepakati kerjasama pelatihan sumber daya manusia (SDM) bidang kemaritiman. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi afirmasi pelatihan yang mencakup logistik, kemampuan pelaut, manajemen pelabuhan, dan ekonomi berbasis maritim.

Kerja sama senilai delapan juta poundsterling (setara dengan Rp145 miliar) tersebut untuk mendukung pengembangan Politeknik di wilayah Batam, Kepulauan Riau; Manado, Sulawesi Utara; Semarang, Jawa Tengah; dan Surabaya, Jawa Timur.

“(Kerja sama) ini untuk mendukung politeknik kemaritiman dengan beberapa keunikan program, dan dapat meningkatkan kualitasnya,” ujar Ismunandar, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), saat peluncuran Indonesia-UK Skills for Prosperity Program Launch, dalam siaran persnya, Rabu (6/11/2019).

Ismunandar menambahkan bahwa dukungan untuk kurikulum dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas politeknik di Indonesia. Program-program itu dapat meningkatkan kualitas politeknik Indonesia.

Melalui program tersebut, kita dapat bekerja sama dalam kurikulumnya. Karena hardskill saja tidak cukup,” ujarnya.

Ismunandar berharap para lulusan politeknik di Indonesia dapat memanfaatkan jaringan dengan Politeknik dari Kerajaan Inggris.

Owen Jenkins, Duta Besar (Dubes) untuk Republik Indonesia dan Duta Besar non-residen untuk Republik Demokratik Timor Leste, menjelaskan kerja sama akan mendukung perkembangan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan.

“Kita akan melakukan kerja sama berbasis perkembangan berkelanjutan, dengan potensi Indonesia sebagai negara berpopulasi terbesar keempat di dunia,” ujar Dubes Owen.

Dubes Owen mengungkapkan dukungan akan difokuskan kepada pemberian kemampuan bagi politeknik untuk kebutuhan di abad 21. “Ini adalah kerja sama jangka panjang di bidang maritim untuk mendukung peranan poros maritim di Indonesia, sehingga harus berupa kurikulum di bidang maritim untuk kebutuhan di abad 21,” ujarnya.

Dijelaskan Owen, peningkatan kualitas pembelajaran di politeknik bertujuan untuk menyiapkan guru (kejuruan) dalam menyediakan bahan ajar. “Materi pembelajaran apa yg dibutuhkan bagi para siswa untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di bidang maritim, sehingga program ini membuat link antara sektor akademis dengan profesional,” jelasnya.

Kerja sama bidang vokasi kemaritiman ini turut melibatkan organisasi internasional, International Labour Organization (ILO) sebagai mitra implementasi program.

Michiko Miyamoto, Deputi Direktur ILO di Jakarta, mengungkapkan implementasi kerja sama akan memfokuskan pada pemberdayaan manusia untuk mendukung kesejahteraan SDM Indonesia Bidang Kemaritiman di masa depan.

“Kami upayakan upaya terbaik dengan dukungan praktisi terhadap sektor ketenagakerjaan, lapangan pekerjaan,” jelas Michiko.